![]() |
| Koordinator Program MBG Wilayah Ketapang, Boby Nur Harliandi menegaskan komitmen untuk terus memperbaiki kualitas pengelolaan dapur SPPG di Kabupaten Ketapang. (ist) |
Koordinator Program MBG Wilayah Ketapang, Boby Nur Harliandi mengatakan, sejak insiden terjadi, tim kesehatan bersama unsur terkait bergerak cepat melakukan evakuasi, pemeriksaan dan perawatan terhadap para korban.
"Saat ini, mayoritas pasien telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing," ujar Boby, Selasa (10/2/2026).
Sebagai langkah tanggung jawab sekaligus pencegahan, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani wilayah tersebut masih ditutup sementara. Penutupan dilakukan sambil menunggu hasil investigasi lanjutan dari pihak berwenang.
Boby menegaskan komitmen untuk terus memperbaiki kualitas pengelolaan dapur SPPG di Kabupaten Ketapang. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan, mulai dari proses pengadaan bahan baku, pengolahan makanan, hingga distribusi, guna mencegah kejadian serupa terulang.
Dalam perkembangan terbaru, dua pasien yang sebelumnya dirujuk ke RSUD dr Agoesdjam Ketapang, telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang. Sementara itu, satu orang siswa SMP, masih menjalani perawatan lanjutan dan terus dipantau oleh tim medis.
Adapun penyebab pasti dugaan keracunan tersebut hingga kini masih dalam tahap penyelidikan. Pihak terkait masih menunggu hasil uji laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap sampel makanan serta muntahan korban. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar evaluasi dan perbaikan sistem pelayanan ke depan.
Koordinator MBG Wilayah Ketapang juga menyampaikan permohonan maaf kepada para korban serta mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam penanganan kasus ini.
“Saya sebagai Koordinator MBG Wilayah Ketapang memohon maaf atas kejadian yang menimpa putra-putri kita. Terima kasih atas kerja sama dan kolaborasi semua pihak dalam menanggulangi kejadian ini. Ke depan, seluruh SPPG akan kami tegaskan kembali terkait mutu pelayanan dan pengawasan,” ujarnya.
Melalui penanganan cepat, koordinasi lintas sektor, serta komitmen peningkatan kualitas layanan, Program MBG di Kabupaten Ketapang diharapkan dapat kembali berjalan secara aman, sehat, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelaksana Program Indonesia (SPPI) menegaskan komitmen untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak di seluruh Indonesia. Pembangunan fondasi gizi anak diyakini sebagai langkah fundamental dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berdaya saing di masa depan. (*)
