Jamhuri menyampaikan apresiasi atas kiprah NU yang telah berusia lebih dari satu abad dan dinilai konsisten menjadi pilar kebangsaan serta membimbing umat di tengah dinamika sosial.
“NU telah terbukti menjadi pilar kebangsaan, merawat tradisi, dan membimbing umat dengan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah yang moderat, toleran, dan seimbang,” ujarnya.
Jamhuri juga menyinggung tema Harlah tahun ini, “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”. Menurutnya, tema tersebut menegaskan komitmen menjaga kedaulatan bangsa, baik secara moral, fisik, maupun budaya, sekaligus mendorong Indonesia menjadi negara maju dan bermartabat.
Ia menilai, kemerdekaan harus diisi dengan penguasaan ilmu pengetahuan, penguatan akhlakul karimah, serta kontribusi nyata dalam membangun peradaban yang adil dan beradab.
Lebih lanjut, Jamhuri menekankan pentingnya sinergi antara NU dan Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam mendukung pembangunan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menjaga stabilitas daerah.
“NU merupakan mitra strategis pemerintah dalam memacu pembangunan, meningkatkan kualitas SDM, dan menjaga kondusivitas wilayah,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi peran NU di Ketapang yang dinilai konsisten menjaga persatuan, menyejukkan suasana, serta aktif membina umat melalui berbagai kegiatan sosial keagamaan.
Di momentum Harlah ini, Jamhuri berharap NU terus menjadi teladan dalam menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan pesantren, dan sektor kesehatan.
Sebagai penutup, ia mengajak warga Nahdliyin berpikir futuristik agar NU tidak hanya kuat menjaga tradisi, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kemajuan zaman. (Ad)
