-->

Bupati Tekankan Respons Cepat PUTR Ketapang, Jangan Tunggu Keluhan Viral Baru Gerak

Editor: Agustiandi author photo

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, memberikan arahan kepada jajaran Dinas PUTR saat apel pagi di halaman kantor PUTR, Rabu (29/4/2026). (Foto : Prokopim).
Ketapang (Suara Ketapang) – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menegaskan pentingnya respons cepat jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) dalam menangani keluhan masyarakat, khususnya terkait infrastruktur.

Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Dinas PUTR Kabupaten Ketapang, Rabu (29/4/2026) pagi. 

Menurutnya, jajaran dinas teknis harus lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan informasi dari masyarakat sebagai bahan perencanaan program kerja.

“Keluhan, kritik dan masukan masyarakat itu adalah sumber informasi penting. Jangan diabaikan, justru harus segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar setiap laporan dari masyarakat tidak hanya ditanggapi secara administratif, tetapi harus direspons langsung di lapangan.

“Kalau ada keluhan masyarakat, harus kita datangi. Jangan menunggu viral di media sosial baru bergerak,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Ketapang itu juga menekankan pentingnya langkah preventif, terutama pada bidang Sumber Daya Air (SDA). Ia meminta momentum musim kemarau dimanfaatkan untuk membersihkan saluran air guna mencegah banjir.

“Manfaatkan masa panas ini untuk membersihkan parit dan drainase. Tidak perlu menunggu ramai di medsos,” katanya.

Selain itu, ia mendorong kepala dinas, kepala bidang, hingga seluruh jajaran untuk aktif turun ke lapangan, melakukan pemantauan, dokumentasi, serta menyusun rencana kerja tanpa harus menunggu instruksi pimpinan.

“Silakan keliling kota, foto, dokumentperint dan susun rencana. Jangan menunggu perintah bupati,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Alex juga mengapresiasi langkah cepat PUTR dalam menangani sejumlah persoalan infrastruktur, seperti jalan berlubang dan drainase tersumbat, yang dinilai sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tugas perbaikan infrastruktur merupakan tanggung jawab dinas teknis, bukan aksi simbolis.

“Kalau saya yang turun langsung memperbaiki, nanti dibilang pencitraan. Tapi kalau dinas yang bekerja, itu memang tugasnya,” ujarnya.

Ia menegaskan kembali bahwa peran Dinas PUTR sangat strategis dalam mewujudkan visi pembangunan daerah, khususnya pemerataan infrastruktur yang berkeadilan.

“Sekitar 50 persen dari visi pembangunan infrastruktur itu ada di PUTR,” katanya.

Usai kunjungan ke Dinas PUTR, Bupati dijadwalkan melanjutkan peninjauan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang untuk memastikan kualitas pelayanan publik tetap optimal.

“Saya ingin melihat langsung apa yang sudah dilakukan dalam melayani masyarakat, apakah ada peningkatan atau justru penurunan,” pungkasnya. (Ad) 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play