![]() |
| 2 Kelas SD Negeri 32 Jelutung Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara yang tengah dibangun pemerintah setempat. (Foto : istimewa) |
Dalam video tersebut, tampak sejumlah ruang kelas masih menggunakan bangunan semi permanen. Dinding dan lantai terlihat berbahan papan, sementara pintu ruangan hanya terbuat dari triplek.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kayong Utara, Jumadi Gading, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa bangunan sekolah sebelumnya sempat mengalami kerusakan hingga roboh.
“Betul, karena sekolah ini kondisinya sebelumnya sudah roboh. Tahun lalu baru kita bangun dua ruang kelas, sisanya memang masih di bangunan sementara,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2026).
Ia menyebut, pada tahun 2025 pihaknya telah melakukan pembangunan dua ruang kelas baru. Namun, hingga saat ini masih terdapat beberapa ruang yang menggunakan fasilitas darurat.
Ruang kelas yang terlihat dalam video tersebut, lanjutnya, merupakan bangunan sementara yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar siswa kelas 2 dan kelas 3, termasuk dalam rangka kegiatan tema Hari Kartini.
Secara keseluruhan, SD Negeri 32 Jelutung saat ini memiliki dua bangunan permanen, yakni satu ruang untuk kelas 1 serta dua ruang baru yang digunakan oleh siswa kelas 4 dan kelas 6. Sementara itu, siswa kelas 5 untuk sementara melaksanakan kegiatan belajar di ruang guru.
Jumadi menambahkan, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama dalam pembangunan sarana dan prasarana sekolah, sehingga proses pembangunan dilakukan secara bertahap.
Meski demikian, pihaknya telah mengajukan usulan revitalisasi kepada pemerintah pusat pada tahun ini guna mempercepat perbaikan fasilitas pendidikan di sekolah tersebut.
“Karena anggaran terbatas, kita bangun secara bertahap. Tahun ini juga sudah kita ajukan revitalisasi ke pemerintah pusat,” pungkasnya. (Ndi)
