![]() |
| Foto bersama usai MUBES I Pemuda Pesaguan Sekayok (PPS) Kabupaten Ketapang di Desa Pengatapan, Kecamatan Tumbang Titi, Sabtu (2/5/2026). (ist) |
Forum tertinggi organisasi tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus penentuan arah kebijakan strategis PPS ke depan, baik dalam penguatan kelembagaan maupun peran sosial di tengah masyarakat.
Sidang pleno MUBES dipimpin oleh Dominikus Kullil selaku Ketua Sidang dan berlangsung secara tertib serta demokratis. Dalam forum itu, peserta menyepakati sejumlah keputusan penting, di antaranya pelaksanaan pemilihan pengurus tingkat kecamatan secara terbuka serta pembentukan Biro Adat Dayak yang akan melibatkan para demong adat.
Ketua Umum PPS, Septiano Eko Putra, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak dibentuk untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Menurutnya, PPS hadir sebagai wadah pemuda yang berkomitmen menjaga adat dan budaya, melindungi wilayah adat, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat.
“PPS harus mampu melahirkan kader-kader pemimpin yang berkualitas, sekaligus memastikan setiap program kerja dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina PPS, Toro, mendorong generasi muda agar menjadi motor penggerak organisasi. Ia menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam berbagai sektor, mulai dari pelestarian adat dan budaya hingga penguatan ekonomi masyarakat dan partisipasi dalam bidang politik.
Dukungan juga datang dari Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Tumbang Titi, Monri. Ia berharap PPS mampu menjadi wadah yang memperkuat posisi masyarakat Dayak agar lebih berdaya saing dan tidak tertinggal di berbagai bidang kehidupan.
“MUBES ini diharapkan melahirkan program-program yang benar-benar berdampak bagi kemajuan masyarakat,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, para ketua DAD, demong adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta anggota Pemuda Pesaguan Sekayok. (Ndi)
