-->

PT DIB Salurkan Jaring Insang dan 2.500 Kail Pancing untuk Nelayan Desa Pelapis

Editor: Agustiandi author photo

Nelayan Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, kayong Utara, merakit jaring insang dari program CSR PT Dharma Inti Bersama. (ist) 
Kayong Utara (Suara Ketapang) - PT Dharma Inti Bersama (DIB) menyalurkan bantuan alat tangkap berupa jaring insang (gill net) dan 2.500 kail pancing rawai kepada kelompok nelayan di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Corporate Social Responsibility (CSR) sektor perikanan tangkap yang disusun berdasarkan hasil dialog dan identifikasi kebutuhan bersama para nelayan setempat.

External Relation Manager PT DIB, Sugeng Sulistiyo, mengatakan perusahaan sengaja menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan riil masyarakat. Selama ini, sebagian besar nelayan di Desa Pelapis masih bergantung pada kelong sebagai alat utama untuk menangkap ikan.

"Program ini bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menghadirkan alternatif alat tangkap yang dapat dimanfaatkan nelayan sesuai kondisi di lapangan. Kami berharap jaring insang maupun pancing rawai dapat menjadi pilihan tambahan untuk meningkatkan hasil tangkapan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga nelayan," ujar Sugeng dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, keberadaan alternatif alat tangkap menjadi penting karena nelayan kerap menghadapi kondisi cuaca yang membuat metode penangkapan tertentu tidak dapat digunakan. Dengan pilihan alat tangkap yang lebih beragam, nelayan diharapkan tetap dapat melaut dan memperoleh penghasilan.

Sugeng juga mengingatkan agar bantuan yang telah disalurkan dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, serta tidak dipindahtangankan maupun diperjualbelikan. Pihak perusahaan juga akan melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan bantuan tersebut sebagai bahan penyusunan program pemberdayaan berikutnya.

"Kami berharap para nelayan dapat memberikan masukan mengenai manfaat bantuan ini. Evaluasi tersebut menjadi bekal bagi kami untuk terus menyusun program yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. Komitmen kami adalah terus tumbuh dan melangkah bersama masyarakat Pelapis," katanya.

Ketua kelompok nelayan penerima bantuan jaring insang, Hamsyah, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, bantuan itu memberi kesempatan bagi nelayan untuk tidak hanya bergantung pada satu metode penangkapan ikan.

"Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu. Dulu kami hanya mengandalkan kelong. Sekarang kami memiliki alternatif menggunakan jaring insang sehingga peluang memperoleh hasil tangkapan menjadi lebih besar," ujarnya.

Ia juga menilai komunikasi antara perusahaan dan masyarakat semakin terbuka melalui berbagai program CSR yang dijalankan.

"Kami merasa lebih mudah menyampaikan kebutuhan maupun usulan. Kami merasakan perusahaan benar-benar hadir bersama masyarakat," katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan penerima bantuan pancing rawai, Sandi, mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil usulan para nelayan yang menginginkan tambahan alternatif alat tangkap.

"Kami berterima kasih kepada CSR DIB yang telah membantu kami. Selama ini kami lebih banyak menggunakan kelong, tetapi sekarang kami bisa mencoba metode lain dengan pancing rawai. Bantuan ini memang sesuai dengan kebutuhan yang kami usulkan bersama," ungkapnya.

Menurut Sandi, bantuan tersebut diharapkan mampu membantu menjaga pendapatan keluarga nelayan, terutama saat kondisi laut tidak mendukung penggunaan alat tangkap yang selama ini biasa digunakan.

Program bantuan alat tangkap ini menjadi salah satu bentuk komitmen PT DIB dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir. Selain sektor perikanan tangkap, perusahaan juga menjalankan berbagai program CSR di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur bagi masyarakat di sekitar Kawasan Industri Pulau Penebang, Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikelola PT Dharma Inti Bersama. (Ad) 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play