![]() |
| Lokasi perbaikan pipa induk Perumdam Tirta Pawan yang rusak akibat pekerjaan proyek drainase di Jalan S. Parman, depan Lapas Ketapang, Jumat (25/9/2026) malam. (Suarakalbar/Agustiandi) |
Pelaksana proyek, Adi Wijaya, menyebut petugas Perumdam berada di lokasi saat pembongkaran box drainase lama dilakukan.
Sementara Perumdam menyatakan baru mengetahui pekerjaan tersebut setelah pipa induk mengalami kerusakan. Adi mengatakan pihaknya sudah menyurati Perumdam sebelum pekerjaan dimulai.
"Sebelumnya kami sudah bersurat ke PDAM. Saat pembongkaran pun pihak PDAM Ketapang hadir di lokasi," kata Adi saat ditemui di lokasi proyek, Jumat (25/9/2026) malam.
Menurut Adi, kerusakan pipa terjadi karena posisi pipa induk berada di dalam coran box drainase lama. Box tersebut harus dibongkar menggunakan excavator sehingga pipa induk ikut rusak.
"Operator excavator sebenarnya juga sudah diarahkan. Namun memang pipa posisinya di dalam coran box lama, jadi box itu wajib dibongkar yang mengakibatkan pipa induk ikut rusak," ujarnya.
Adi mengatakan setelah pipa pecah, pihaknya bersama Perumdam langsung melakukan perbaikan.
"Setelah pipa ini pecah, langsung kami tangani. Orang PDAM pun di sini hampir 24 jam," katanya.
Perumdam : Baru Tahu Setelah Pipa Bocor
Keterangan berbeda disampaikan Kabag Teknik Perumdam Tirta Pawan, Andri Fitmawan. Andri membenarkan bahwa pelaksana proyek sebelumnya telah menyurati Perumdam terkait pekerjaan galian. Namun, menurut dia, pihak Perumdam tidak mengetahui kapan pekerjaan tersebut mulai dilakukan.
"Kami tidak mengetahui hari apa dan jam berapa pekerjaan akan dilakukan. Pipa sudah bocor, itu kami baru tahu bahwa pekerjaan sudah dimulai," kata Andri saat ditemui dilokasi perbaikan pipa induk, Jumat malam.
Andri juga mengakui Perumdam belum melakukan pengumuman kepada masyarakat sebelum pekerjaan dimulai terkait potensi gangguan jaringan. Menurut dia, pemberitahuan baru dilakukan setelah pipa mengalami kerusakan.
"iya, kami mengumumkan ke masyarakat setelah pipa bocor terkait daerah mana saja yang terdampak," ujarnya.
Tiga Pipa Induk Rusak
Akibat kerusakan tersebut, distribusi air kepada pelanggan di sejumlah wilayah Kecamatan Delta Pawan terganggu selama tiga hari.
Andri mengatakan satu pipa induk telah selesai disambung pada Jumat malam. Dua pipa lainnya masih dalam proses perbaikan. Jika seluruh pipa selesai disambung, jaringan dapat kembali dioperasikan.
Namun, kata Andri, air tidak langsung normal ke seluruh pelanggan. Sebab, mesin di kawasan Mulia Baru telah dimatikan selama tiga hari sehingga banyak jaringan pipa dalam kondisi kosong.
"Kalau malam ini dapat tersambung semua pipa induk, minimal dua kali 24 jam baru bisa normal 100 persen mengalir ke seluruh pelanggan," jelas Andri.
Ia mengatakan satu jalur yang sudah selesai diperbaiki dapat dialirkan terlebih dahulu. Wilayah yang berpotensi mendapat aliran antara lain Gerbang Permata, sebagian Sukaharja dan sebagian Perumahan Taman Sari.
Pipa Induk Tak Bisa Dibelokkan
Andri menjelaskan pipa induk yang berada di lokasi sudah terpasang sebelum pembangunan drainase. Menurut dia, pipa induk tidak bisa dibelokkan karena harus menahan tekanan air.
"Kalau pipa kecil yang dua inci, tiga inci mungkin masih bisa kami belokkan. Tapi pipa induk ini tidak bisa dibelokkan," katanya.
Sementara itu, Pelaksana Proyek, Adi mengatakan proyek drainase tersebut merupakan proyek penataan sistem drainase perkotaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Ketapang 2026 dengan nilai sekitar Rp1,8 miliar termasuk pajak.
Pekerjaan dilakukan oleh CV Adi Wijaya. Lokasi di dua titik, yakni depan Lapas Ketapang dan depan Masjid Al-Ikhlas. Proyek tersebut memiliki masa pelaksanaan 100 hari kalender dan ditujukan untuk memperbaiki sistem drainase di kawasan yang kerap mengalami banjir.
Hingga Jumat malam, pelaksana proyek maupun Perumdam masih melakukan penanganan jaringan pipa yang rusak. PDAM ketapang dan Pihak pelaksana proyek menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan, khususnya di Kecamatan Delta Pawan, atas gangguan distribusi air akibat kerusakan jaringan tersebut. (Ndi)
