![]() |
| Kepala SMAN 1 Simpang Dua, Apollo, SE, M.Pd bersama Cristian Omang More. Dukungan sekolah menjadi salah satu modal bagi Cris untuk terus mengembangkan prestasinya di cabang olahraga tinju. (ist) |
Hal itu terlihat dari kebijakan Kepala SMAN 1 Kecamatan Simpang Dua, Ketapang, Apollo, yang memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan potensi dan mengejar prestasi di bidang olahraga.
Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari penggiat tinju Kalimantan Barat, Damianus Yordan. Menurut dia, dukungan sekolah sangat penting bagi atlet pelajar yang harus membagi waktu antara pendidikan dan latihan.
"Cabang olahraga tinju sangat bersyukur atas kebijakan Kepala SMAN 1 Simpang Dua yang memberikan ruang kepada para siswa untuk berprestasi di bidang olahraga," ujar Damianus, Selasa (11/8/2026).
Menurut Damianus, dukungan tersebut telah memberikan kesempatan bagi atlet-atlet muda untuk berkembang. Salah satunya Cristian Omang More, petinju asal Desa Mekar Raya, Kecamatan Simpang Dua, yang telah beberapa kali meraih prestasi dalam kejuaraan tinju tingkat pelajar, baik di Kalimantan Barat maupun nasional.
Cristian atau yang akrab disapa Cris mengaku bersyukur mendapat dukungan dari kepala sekolah dan para guru. Dukungan tersebut membuatnya lebih leluasa menjalani latihan dan mengikuti berbagai kejuaraan tanpa mengabaikan pendidikan.
"Saya akan terus giat berlatih untuk masa yang akan datang. Saya harus menjaga kepercayaan ini," kata Cris.
Ia juga memiliki target untuk mengikuti jejak Damianus Yordan dan Daud Yordan yang pernah mengharumkan nama Kalimantan Barat melalui prestasi di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
"Saya bertekad mengikuti prestasi Om Dami dan Om Daud yang pernah meraih medali di PON untuk Kalimantan Barat," ujarnya.
Bangun Ekosistem Olahraga Sejak Pelajar
Ketua KONI Kalimantan Barat Daud Yordan mengatakan, pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan ekosistem olahraga yang dibangun secara berkesinambungan sejak jenjang pendidikan dasar hingga tingkat elite.
Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sekolah, organisasi olahraga, dan masyarakat, untuk bersama-sama membangun sistem pembinaan atlet dari tingkat SD, SMP hingga SMA.
"Untuk pelajar memang pembinaannya diurus melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata dengan berbagai program, termasuk O2SN," kata angota DPR RI tersebut.
Menurutnya, atlet yang berhasil meraih prestasi di tingkat pelajar, khususnya pada kategori youth di jenjang SMA, memiliki peluang untuk melanjutkan pembinaan ke level elite.
Atlet-atlet tersebut nantinya dapat dibina oleh pengurus provinsi masing-masing cabang olahraga untuk dipersiapkan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
"Output-nya diharapkan menjadi atlet andalan Kalimantan Barat yang dapat mewakili daerah pada ajang pra-PON maupun PON," ujar Daud.
Bagi Daud, keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan di arena pertandingan. Dukungan sekolah, keluarga, pelatih, pemerintah, dan organisasi olahraga menjadi mata rantai penting dalam perjalanan seorang atlet menuju prestasi.
"Dukungan SMAN 1 Simpang Dua untuk Cris menjadi salah satu contoh, sekolah bisa jadi bagian penting dalam menciptakan ruang tumbuh bagi talenta-talenta olahraga dari daerah," pangkasnya. (Ndi)
