Kemenangan tersebut menegaskan performa impresif Kepatihan sepanjang turnamen. Bermain disiplin, kompak dan konsisten sejak set pertama, Kepatihan mampu meredam perlawanan Pandu Alam hingga menutup pertandingan tanpa kehilangan satu set pun.
Partai final sekaligus penutupan turnamen dihadiri Bupati Ketapang Alexander Wilyo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua PBVSI Kabupaten Ketapang, Ketua KONI Kabupaten Ketapang, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.
Usai pertandingan, panitia menggelar seremoni penutupan yang diawali doa bersama, dilanjutkan sambutan, penyerahan medali dan piala kepada para juara, serta ditutup dengan sesi foto bersama.
Manajer Tim Bola Voli Kepatihan, M. Wafda, menyebut keberhasilan timnya merupakan hasil dari kerja keras seluruh elemen tim selama mengikuti kompetisi.
"Kemenangan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari sejarah baru bagi Tim Kepatihan," kata Wafda.
Ia mengatakan, keberhasilan tersebut, lahir dari kerja keras, disiplin, kekompakan, dan semangat satu tim, satu tujuan. Dia berterima kasih kepada seluruh pemain, pelatih, ofisial, serta para pendukung yang selalu memberikan doa dan semangat.
"Gelar ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang," ujar Wafda.
Berdasarkan hasil akhir kategori putra, Tim Kepatihan keluar sebagai juara pertama, disusul Tim Pandu Alam di posisi kedua. Adapun peringkat ketiga bersama diraih Tim Putra Pesaguan dan Mitra Jalur SMR.
Sementara itu, pada kategori putri, Tim Dua Beradik sukses meraih gelar juara setelah tampil konsisten sepanjang turnamen. Posisi runner-up ditempati PVP Kendawangan, sedangkan peringkat ketiga bersama diraih Tim Putri Lapangan dan Lanal Ketapang.
Turnamen Bola Voli Kapolres Cup 2026 menjadi salah satu agenda olahraga bergengsi di Kabupaten Ketapang yang tidak hanya menghadirkan persaingan antarklub, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet dan mempererat silaturahmi insan bola voli.
Kompetisi ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang siap bersaing pada ajang yang lebih tinggi, termasuk Porprov Kalimantan Barat 2026. (Ndi)
