Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin menyatakan kesiapannya untuk memimpin Komite Tinju Indonesia (KTI) Kalimantan Barat periode empat tahun ke depan.
Kesiapan itu disampaikan Satarudin setelah mendapat tawaran langsung dari mantan petinju nasional sekaligus pelatih tinju profesional, Damianus Yordan, saat keduanya menghadiri pertandingan Polytron Badminton Internasional di Gedung Olahraga Terpadu Pontianak, Minggu (30/8/2026).
Damianus yang juga menjabat Kabid Binpres KONI Kalbar mengatakan, pembicaraan mengenai kepemimpinan KTI Kalbar sebenarnya telah dilakukan sebelumnya. Namun, komunikasi tersebut baru sebatas melalui sambungan telepon.
“Kesempatan hari ini saya sampaikan langsung kepada Bang Satarudin mengenai kondisi tinju profesional Kalbar yang sampai sekarang masih kosong kepemimpinan,” kata Damianus.
Menurut dia, KTI merupakan salah satu organisasi tinju profesional tertua di Indonesia. Organisasi tersebut saat ini dipimpin Kapten Anton Sihombing, mantan anggota DPR RI tiga periode asal Sumatera Utara.
Di Kalbar, kepengurusan KTI sebelumnya dipimpin Adrianus Asia Sidot, mantan Bupati Landak. Setelah Adrianus tidak lagi melanjutkan kepemimpinannya, kepengurusan KTI Kalbar belum kembali terbentuk.
Damianus menilai kondisi tersebut perlu segera diakhiri agar pembinaan tinju profesional di Kalbar kembali berjalan.
Ia pun menyambut positif kesediaan Satarudin untuk mengambil peran tersebut.
“Saya sangat bangga ada tokoh Kalbar yang bersedia menjadi ketua dan memimpin tinju profesional di Kalbar,” ujarnya.
Damianus mengatakan, dirinya siap mendukung dari sisi teknis. Menurut dia, kombinasi antara pengalaman insan tinju dan dukungan tokoh daerah dapat menjadi modal untuk membangun kembali prestasi tinju profesional Kalbar.
“Saya sudah plong karena tinju profesional Kalbar akan maju lagi. Saya sebagai pelaksana teknis dan Satarudin sebagai tokoh Kalbar yang energik,” katanya.
Siap Berkolaborasi
Sementara itu, Satarudin mengatakan dirinya siap memimpin KTI Kalbar. Ia mengakui belum sepenuhnya memahami seluruh aturan dan teknis tinju profesional. Namun, hal itu tidak menjadi hambatan baginya.
Satarudin mengatakan akan berkolaborasi dengan Damianus Yordan dan insan tinju lainnya yang telah lama berkecimpung di dunia tinju profesional.
“Saya memang belum sepenuhnya memahami aturan tinju profesional. Tetapi saya akan bersama Yordan bersaudara yang sudah lama membidangi tinju. Cepat atau lambat saya bisa menyesuaikan,” ujar Satarudin.
Ia menargetkan kepengurusan baru KTI Kalbar tidak hanya menjalankan organisasi. Pembinaan berkelanjutan juga akan menjadi perhatian untuk melahirkan petinju-petinju profesional baru.
Satarudin optimistis pembinaan tersebut dapat dibangun melalui kolaborasi dengan insan tinju, pemerintah, hingga pihak swasta.
“Ke depan melalui program pembinaan berkelanjutan, saya optimistis bisa bersinergi dengan insan tinju, termasuk pemerintah dan pihak sponsor swasta,” katanya.
Ia juga menilai keberadaan Daud Yordan Promotion dapat menjadi salah satu kekuatan dalam membangun ekosistem tinju profesional di Kalbar.
Dengan dukungan promotor dan para pelaku tinju, Satarudin berharap organisasi tersebut semakin kuat dan mampu mengembalikan kejayaan tinju profesional Kalbar.
“Daud Yordan Promotion yang menjadi wadah pembinaan tinju ke depan juga akan membuat organisasi semakin kuat dan solid,” ujarnya. (Ndi)
