-->

PT BAP Kerahkan 10 Alat Berat dan 42 Personel Tangani Karhutla

Editor: Agustiandi author photo

Kolase, penanganan karhutla yang dilakukan oleh PT BAP. Perusahaan mengerahkan 10 alat berat dan menerjunkan 42 personel untuk memadamkan karhutla. (*) 
Ketapang (Suara Ketapang) – PT Borneo Alumindo Prima mengerahkan 42 personel dan 10 unit alat berat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang.

Penanganan dilakukan sejak kebakaran terdeteksi pada Selasa (25/8/2026) dan diperkuat setelah api merambat ke arah timur.

Manager Humas PT BAP Budi Mateus, mengatakan kondisi medan menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman.

Sebagian lokasi kebakaran merupakan lahan rawa dengan tanah yang lunak dan berlumpur. Kondisi tersebut membuat kendaraan pemadam dan alat berat tidak dapat menjangkau seluruh titik api.

“Medannya sebagian besar rawa. Jadi ada lokasi yang tidak bisa dijangkau kendaraan. Personel harus masuk langsung membawa mesin dan peralatan pemadam,” ujar Budi melalui keterangannya, Kamis (3/9/2026). 

Sejak awal kebakaran, perusahaan langsung mengerahkan kekuatan untuk melakukan pemadaman.

Pada Selasa (25/8/2026), sekitar 30 personel pemadam dikerahkan bersama dua unit bulldozer, tiga excavator, dan tiga mesin pemadam kebakaran.

Pemadaman dilakukan dari sejumlah sisi. Personel juga masuk ke area rawa untuk menjangkau titik api yang tidak dapat dicapai kendaraan.

Penanganan diperkuat pada Rabu (26/8/2026). Sebanyak enam unit alat berat dikerahkan untuk membuka akses sekaligus membuat sekat bakar atau firebreak. 

Sebanyak 42 personel melakukan pemadaman langsung hingga malam hari. Namun, upaya tersebut menghadapi tantangan berat. Tanah yang lunak menyebabkan sejumlah alat berat mengalami ambles saat membuka akses menuju titik kebakaran.

Di tengah kondisi tersebut, tim tetap melanjutkan pemadaman dengan menyesuaikan metode dan peralatan yang digunakan.

Selain personel dan alat berat, satu unit drone digunakan untuk memantau perkembangan api dari udara. Pemantauan tersebut membantu tim menentukan arah pergerakan api dan lokasi yang membutuhkan penanganan segera.

Penguatan kembali dilakukan pada Kamis (27/8/2026). PT BAP bersama PT PSL mengerahkan tim pemadam gabungan dengan dukungan BKO.

Total 10 unit alat berat, mesin pemadam, pompa, serta peralatan pemadam portabel dikerahkan untuk mempercepat pengendalian kebakaran.

Badan jalan yang dibangun perusahaan juga menjadi bagian penting dalam penanganan. Dengan badan jalan dan bahu jalan yang memiliki lebar sekitar 15 meter, akses tersebut memungkinkan alat berat dan kendaraan pemadam bergerak lebih dekat ke lokasi kebakaran.

Menurut Budi, sejumlah titik api mulai berhasil dikendalikan. Intensitas kebakaran di beberapa lokasi juga menunjukkan penurunan.

Namun, kondisi belum sepenuhnya aman. Sejumlah titik masih mengeluarkan asap dan beberapa lokasi masih terdapat api, terutama di area rawa yang sulit dijangkau.

Perusahaan juga melakukan pemeriksaan ulang terhadap lokasi yang telah dipadamkan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api akibat kondisi cuaca panas dan angin kencang.

“Pemadaman terus dilakukan. Titik yang sudah padam tetap kami pantau karena masih ada potensi api muncul kembali,” katanya.

PT BAP memastikan penanganan dilakukan secara berkelanjutan dengan mengutamakan keselamatan personel.

Pemadaman dan pemantauan diprioritaskan pada titik-titik yang berpotensi meluas, termasuk lokasi yang berdekatan dengan fasilitas, jalan operasional, dan area kegiatan perusahaan. (Ad)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play