![]() |
| Kepala Bulog Cabang Ketapang Jarau Matu mengecek stok beras di Gudang Bulog Mulia Baru, Ketapang, Rabu (14/10/2026). (Agustiandi/Suarakalbar.co.id) |
Kepala Perum Bulog Cabang Ketapang Jarau Matu mengatakan, stok beras yang tersedia saat ini mencapai 240 ton yang disimpan di Gedung Mulia Baru dan Mulia Kerta.
Selain itu, terdapat 300 ton beras yang sudah tiba di pelabuhan dan 1.300 ton beras dalam perjalanan dari Pontianak.
Jarau menjelaskan, beras sebanyak 1.300 ton tersebut sudah dikemas dalam ukuran 10 kilogram untuk penyaluran bantuan pangan. Bulog juga akan menerima tambahan 700 ton beras dalam kemasan 50 kilogram dari Pontianak.
“Beras tersebut akan digunakan untuk penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan,” kata Jarau saat ditemui di Gudang Bulog Mulia Baru Ketapang, Rabu (14/10/2026).
Jarau menuturkan, untuk bantuan pangan periode Oktober hingga Desember 2026, Bulog Ketapang memperkirakan alokasi mencapai 2.304 ton. Jumlah tersebut mengacu pada pagu penyaluran periode Juli–September 2026.
"Rencananya ini akan disalurkan, tapi ini kami masih menunggu instruksi dari Badan Pangan Nasional dan Bulog pusat," jelasnya.
Jarau menambahkan , penyaluran beras selama ini berjalan sesuai target. Meski demikian, distribusi ke sejumlah wilayah di Kabupaten Kayong Utara masih menghadapi kendala.
Hambatan terutama terjadi di Kecamatan Pulau Maya dan Kecamatan Kepulauan Karimata. Kabut asap di wilayah laut membuat kapal tidak berani berlayar karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Bulog akan memprioritaskan penyaluran secara kolektif ke wilayah yang terdampak hambatan transportasi laut.
“Kita prioritaskan penyalurannya untuk wilayah Kabupaten Kayong Utara, khususnya Kecamatan Pulau Maya dan Kecamatan Kepulauan Karimata,” ujar Jarau.
Selain kendala kabut asap di wilayah perairan Kabupaten Kayong Utara, Jarau juga menyebut kalau kelangkaan BBM juga menjadi perhatiannya. Truk pengangkut beras harus menyiapkan waktu lebih lama karena harus mengantre BBM.
Ia berharap distribusi dapat kembali berjalan lancar sehingga bantuan pangan bisa diterima masyarakat sesuai alokasi dan jadwal penyaluran. (Ndi)
