-->

Jelang Porprov XIV Kalbar, BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 700 Atlet Ketapang

Editor: Agustiandi author photo

Bersama Bupati Ketapang Alexander Wilyo (tengah), Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ketapang Dian Zulfikar (kiri) menyerahkan secara simbolis perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi atlet kepada Ketua KONI Ketapang Theo Bernandhi, Rabu (7/10/2026). (ist) 
Ketapang (Suara Ketapang) - Sebanyak 700 atlet dan ofisial kontingen Kabupaten Ketapang mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Kalimantan Barat yang digelar November 2026.

Perlindungan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ketapang dan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ketapang di Pendopo Bupati Ketapang, Rabu (7/10/2026).

Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengapresiasi kerja sama KONI dan BPJS Ketenagakerjaan tersebut. Alex berharap seluruh atlet dan pendamping dapat menjalani Porprov dengan sehat dan selamat hingga kembali ke Ketapang membawa prestasi.

"Semoga semua sehat dan selamat. Balik ke Ketapang bisa membawa prestasi," kata Alex.

Alex juga meminta kontingen Ketapang tidak hanya mempertahankan capaian sebelumnya. Ia pun menargetkan Ketapang mampu memperbaiki posisi pada Porprov XIV Kalbar.

"Tahun ini jangan sampai turun prestasi. Tadi Ketua KONI masuk tiga besar. Kalau saya inginnya lebih lagi, masuk dua besar," ujar Alex. 

Ketua KONI Ketapang Theo Bernandhi mengatakan, perlindungan bagi atlet dan pendamping telah dirancang sejak jauh hari.

Menurutnya, persiapan kontingen tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga keselamatan atlet.

"Ini sudah kami rancang jauh hari. Bukan hanya untuk prestasi, tetapi juga perlindungan bagi pengurus cabang olahraga dan atlet," kata Theo.

Theo memaparkan, sebanyak 700 atlet, pelatih dan ofisial tersebut akan memperkuat Ketapang pada Porprov XIV Kalbar. Mereka tersebar di 46 cabang olahraga.

"Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan telah berjalan sejak September 2026 dan berlaku hingga rangkaian Porprov selesai," ujar Theo. 

Dengan demikian, atlet mendapat perlindungan sejak menjalani latihan atau pemusatan latihan (TC) hingga bertanding dalam ajang Porprov.

Theo mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah antisipasi agar atlet tidak dibebani kekhawatiran terhadap risiko selama menjalani persiapan dan pertandingan. 

"Kita satu langkah lebih dahulu. Pertandingan bulan depan. Tidak perlu lagi bimbang. Atlet harus fokus bertanding dan menampilkan prestasi," ujarnya. 

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ketapang Dian Zulfikar mengatakan, atlet menghadapi risiko cedera ketika menjalani latihan maupun pertandingan.

Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan hadir memberikan perlindungan agar atlet dapat bertanding dengan lebih tenang.

"Atlet ketika bertanding ada risiko cedera yang dihadapi. Kami ingin atlet berjuang dengan tenang dan BPJS Ketenagakerjaan ikut mengambil bagian dalam bentuk perlindungan," kata Dian.

Dian menjelaskan, atlet masuk dalam kelompok yang memiliki risiko kecelakaan saat menjalankan aktivitas olahraga.

Dalam program tersebut, kata Dian, atlet tidak menanggung biaya pengobatan dan perawatan akibat kecelakaan kerja yang dijamin.

"Kalau cedera, kami akan biayai sampai sembuh," ujarnya.

Dian menuturkan, perlindungan juga mencakup risiko yang lebih berat. Jika terjadi kecelakaan yang menyebabkan meninggal dunia, ahli waris akan mendapatkan santunan. Begitu pula apabila terjadi risiko cacat sesuai ketentuan program jaminan yang diikuti.

Dian berharap perlindungan tersebut membuat para atlet lebih fokus mengejar prestasi.

"Kami harapkan dengan adanya perlindungan ini, atlet bertanding dengan tenang dan fokus pada pertandingan untuk meraih kemenangan," katanya.

Dian juga mengapresiasi Pemkab Ketapang dan KONI yang membangun kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang lebih memperhatikan keselamatan dan perlindungan atlet. (Ad) 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play