Penyaluran dilakukan selama dua hari Senin dan Rabu, 5 dan 7 Oktober 2026, melalui kolaborasi sejumlah perusahaan, organisasi dan aparat.
Pada hari pertama, sebanyak 16.000 liter air disalurkan di Jalan Restu Ibu, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan.
Social Expert BGA, Riscki Dwi Manurung, mengatakan penyaluran air tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan air bersih masyarakat.
“Rabu besok kita jadwalkan akan disalurkan di Kampung Sampit Dalam,” kata Riscki.
Ia menyampaikan, kegiatan tersebut melibatkan BGA, KADIN, Brimob, Polres Ketapang, PWI Ketapang dan Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang.
Ketua PWI Ketapang Supriadi mengatakan, kolaborasi tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kekeringan akibat dampak musim kemarau.
“Ini kerja sama kolaborasi antara BGA, KADIN, Polres, Brimob, PWI Ketapang dan KAWAN Ketapang,” ujarnya.
![]() |
| FFoto bersama pihak yang terlibat dalam kolaborasi penyaluran air siap minum di Jalan Restu Ibu, Kelurahan Sampit, Ketapang, Senin (5/10/2026). (ist) |
Ketua KAWAN Ketapang Agustiandi mengatakan, kolaborasi lintas organisasi diharapkan dapat membantu warga yang membutuhkan pasokan air bersih.
“Ini bentuk kepedulian bersama. Ketika masyarakat membutuhkan air bersih, semua pihak bisa mengambil peran,” kata Agustiandi.
Air yang disalurkan diproduksi menggunakan kendaraan khusus Water Treatment milik Satuan Brimob.
Operator mobil water treatment, AIPDA Catur Yulianto, menjelaskan perangkat tersebut mampu mengolah air baku menjadi air siap minum.
"Untuk mengolah 8.000 liter air baku menjadi air siap minum, dibutuhkan waktu sekitar tiga jam. Sebelum disalurkan kita sudah cek, PH air setelah diproses 7,4,” kata Catur.
Ia menyebut, selain air tawar, mobil water Treatment tersebut juga mampu mengolah air asin menjadi air tawar yang siap dikonsumsi.
"Untuk air asin, kapasitas produksi sekitar 400 liter per jam. Kalau air bakunya dari air tawar dapat diproses hingga 2.000 liter per jam," paparnya. (*)

