![]() |
| Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama saat diwawancarai awak media di halaman Mapolres Ketapang pada Selasa (29/9/2026). (Foto : KAWAN Ketapang) |
Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama mengatakan, dari jumlah tersebut terdapat 19 laporan polisi. Rinciannya, tiga laporan berkaitan dengan korporasi dan 16 laporan terkait perorangan. Sisanya ada laporan informasi.
“Jadi sampai saat ini totalnya ada 30 laporan yang sedang diproses kaitannya dengan karhutla,” kata Putra seusai bersilaturahmi dengan Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang, Selasa (29/9/2026).
Penegakan hukum tersebut, lanjut Putra, berjalan bersamaan dengan upaya pemadaman karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Ketapang.
Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Ketapang pada Minggu 27 September memang berhasil memadamkan banyak titik api. Namun, hujan belum turun merata. Putra menyebut masih terdapat 56 titik api kategori medium yang menyala.
Sejumlah wilayah di sebagian Kecamatan Kendawangan dan Air Upas disebut belum mendapatkan hujan. Kondisi serupa juga terjadi di beberapa desa di Kecamatan Matan Hilir Utara.
Mantan Kasat Reskrim Polres Ketapang tersebut juga menjelaskan, pihaknya bersama unsur TNI, Pemerintah Kabupaten Ketapang, Manggala Agni serta instansi terkait masih terus berupaya memadamkan api. Untuk titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat, pemadaman dilakukan menggunakan operasi water bombing.
“Water bombing juga kita galakkan untuk memadamkan 56 titik api, dengan memanfaatkan helikopter yang standby di Ketapang, kita juga terus berkoordinasi dalam hal modifikasi cuaca," ujarnya.
Sementara titik api yang masih memiliki akses jalan ditangani melalui operasi darat. Personel gabungan dikerahkan dengan membawa pasokan air menggunakan mobil tangki. Personel BKO Brimob dari Polda Bali, Polda Kalimantan Timur dan Polda Kalimantan Barat turut diperbantukan untuk memperkuat pemadaman.
Selain penanganan di lapangan, Putra mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. aasap karhutla dapat berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Ketapang untuk tidak melakukan pembakaran untuk alasan apa pun. Karena asap ini dampaknya pada seluruh sendi kehidupan masyarakat,” tegasnya. (Ndi)
