![]() |
| Staf CSR BGA Sei Rasau meninjau langsung perkembangan UMKM madu kelulut Kelompok Triguna Kelana di Pulau Bawal, Kamis (12/2/2026). (ist) |
Salah satu binaan yang kini berkembang adalah UMKM Budidaya Madu Kelulut Kelompok Triguna Kelana di Pulau Bawal, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang.
Kelompok yang dipimpin Bapak Ri bersama empat anggota aktif tersebut mengembangkan budidaya lebah kelulut sebagai sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat pesisir. Usaha ini dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan ramah lingkungan, sejalan dengan upaya pelestarian alam di Pulau Bawal.
Melalui pendampingan CSR BGA Sei Rasau, Kelompok Triguna Kelana mendapat dukungan peningkatan kapasitas budidaya, penguatan kelembagaan, serta pendampingan manajemen usaha. Upaya ini bertujuan meningkatkan kualitas produksi dan memperluas jangkauan pasar madu kelulut.
Ketua Kelompok Triguna Kelana, Bapak Ri, mengatakan dukungan CSR sangat membantu pengembangan usaha yang sebelumnya masih berskala kecil dan tradisional.
“Saat ini kami terus menambah jumlah koloni lebah dan meningkatkan kualitas produksi agar usaha ini menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi anggota,” ujarnya saat menerima kunjungan staf CSR BGA Sungai Rasau, Kamis (12/2/2026).
Sementara itu, Staf CSR BGA Sei Rasau, Yoel Sawieo, menyampaikan pembinaan ini bertujuan mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan.
“Kami berharap budidaya madu kelulut menjadi usaha unggulan masyarakat Pulau Bawal, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.
Program ini diharapkan menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis potensi lokal yang tidak hanya meningkatkan ekonomi masyarakat, tetapi juga mendukung praktik budidaya yang ramah lingkungan.
CSR BGA Sei Rasa berkomitmen terus mendukung pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan agar tumbuh mandiri dan memiliki usaha produktif yang berdaya saing. (Ad)
