-->

Kekompakan Bupati–Wabup Ketapang Tuai Apresiasi, Pembangunan Mulai Dirasakan Warga

Editor: Agustiandi author photo

Bupati Ketapang Alexander Wilyo dan Wakil Bupati Jamhuri Amir saat momen lebaran Idulfitri 1447 H/ 2026 M. (ist) 
Ketapang (Suara Ketapang) – Kekompakan Bupati Ketapang Alexander Wilyo dan Wakil Bupati Jamhuri Amir dalam memimpin pemerintahan daerah mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh masyarakat.

Ketua MUI Ketapang, Ustadz Faisal Maksum, menilai keharmonisan kepemimpinan tersebut mulai berdampak pada pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur. Salah satu contoh yang dirasakan langsung masyarakat adalah perbaikan Jalan Pelang. 

“Saya beberapa kali melintas di jalan tersebut, sekarang sudah lebih lancar. Aktivitas masyarakat terbantu, ekonomi juga ikut bergerak. Dari komunikasi dengan warga, mereka bersyukur dengan kondisi ini,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, situasi daerah yang aman dan kondusif menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pembangunan.

“Kondusivitas harus dijaga. Jika terganggu, pembangunan juga akan terhambat,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Ketapang, Heronimus Tanam. Ia menilai sinergi antara Bupati dan Wakil Bupati berjalan baik, sehingga program-program pemerintah dapat dilaksanakan secara optimal.

“Kami melihat keduanya tetap sejalan. Koordinasi berjalan baik dan program pembangunan terlaksana meskipun ada hambatan dalam segi efesien anggran,” ujarnya.

Ia juga menanggapi anggapan yang menyebut peran Wakil Bupati kurang terlihat. Menurutnya, hal tersebut tidak tepat karena pembagian tugas antara Bupati dan Wakil Bupati telah diatur secara jelas.

“Tugas masing-masing sudah jelas sesuai aturan. Wakil Bupati memahami perannya sebagai politisi, sementara Bupati memiliki latar belakang birokrasi. Ini justru menjadi kekuatan,” katanya.

Meski demikian, ia menilai kepemimpinan keduanya yang baru berjalan sekitar satu tahun. Belum dapat disimpulkan sepenuhnya berhasil atau tidak, terlebih di tengah kondisi efisiensi anggaran.

“Namun, sejumlah gebrakan sudah terlihat, termasuk kolaborasi dengan pihak perusahaan. Secara internal juga tidak ada persoalan, semuanya berjalan baik,” tambahnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Ketapang, Abdulbad A. Rani, menegaskan bahwa sinergi kepala daerah berjalan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

“Bupati dan Wakil Bupati menjalankan perannya dengan baik. Pembagian tugas jelas dan secara umum sejalan dengan visi dan misi,” ujarnya.

Ia menyebut kekompakan tersebut juga tercermin dalam berbagai kegiatan pemerintahan, termasuk rapat-rapat yang berlangsung dengan koordinasi yang baik.

Menurutnya, pembangunan daerah tetap berada pada jalur yang tepat meski dihadapkan pada tantangan, seperti keterbatasan anggaran.

“Kendala anggaran kita maklumi, tetapi arah pembangunan, terutama infrastruktur, tetap berjalan sesuai rencana,” jelasnya.

Abdulbad menilai latar belakang keduanya menjadi kekuatan dalam menjalankan roda pemerintahan. 

“Wakil Bupati berlatar belakang politisi, sedangkan Bupati berpengalaman di birokrasi. Ini kombinasi yang saling melengkapi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menentukan skala prioritas pembangunan.

“Semua OPD harus duduk bersama menentukan prioritas, terutama infrastruktur. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Bupati yang kemudian mengambil keputusan,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga peluang usaha dan lapangan kerja.

“Masyarakat tidak menuntut berlebihan, selain infrastruktur baik, yang penting ada peluang usaha dan lapangan kerja,” ujarnya.

Abdulbad turut mendorong Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang menjalin hubungan yang baik dengan media sebagai mitra strategis dalam penyampaian informasi.

“Media adalah mitra penting untuk menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat,” katanya.

Para tokoh masyarakat berharap kekompakan antara Bupati dan Wakil Bupati dapat terus dijaga, sehingga pembangunan di Kabupaten Ketapang berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Secara umum, pembangunan tetap berjalan sesuai visi dan misi. Kekompakan ini harus dijaga bersama,” pungkasnya. (Ad)

Share:
Komentar

Berita Terkini