Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara CMI, PC PGRI Air Upas, dan Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Air Upas. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) di bidang seni budaya dan pendidikan berbasis kearifan lokal.
Peluncuran Modul PUSAKA dilakukan bertepatan dengan rangkaian upacara Hardiknas di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Air Upas yang diikuti unsur pemerintah, tenaga pendidik, serta pelajar. Dalam kesempatan itu, perusahaan juga menyerahkan bantuan CSR secara simbolis untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan sarana prasarana di wilayah tersebut.
Senior Manager CSR-LA dan Umum CMI Site Air Upas, Agustinus Mulyatmojo, mengatakan pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter berbasis lingkungan dan budaya lokal.
“Kami ingin generasi muda Air Upas memahami nilai kehidupan masyarakat lokal sebagai dasar dalam mengambil keputusan di masa depan. Pendidikan harus mampu membentuk kepedulian terhadap ekosistem sekitar,” ujarnya.
Melalui Modul PUSAKA, nilai ekologis, sosial, dan budaya lokal diintegrasikan langsung ke dalam kurikulum sekolah. Program ini diimplementasikan melalui pendekatan Agent of Change dengan melibatkan 24 siswa terpilih dari SMPN 1 Air Upas.
Selama Juni hingga Desember 2026, para siswa akan mengikuti 12 sesi pembelajaran intensif yang digelar dua kali setiap bulan. Setiap pertemuan berdurasi 90 menit dengan metode interaktif, seperti storytelling, diskusi reflektif, hingga Project-Based Learning (PBL) yang berorientasi pada aksi nyata di bidang lingkungan.
Peluncuran program juga dimeriahkan dengan penampilan tari tradisional oleh siswi SMPN 1 Air Upas, yang menjadi simbol sinergi antara pendidikan modern dan pelestarian budaya lokal.
Program PUSAKA diharapkan dapat menjadi model pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal di daerah lain, sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia usaha, institusi pendidikan, dan tokoh adat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Ketapang.(Ad)
