![]() |
| Kobaran api melahap kapal bermuatan BBM yang terbakar di Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Ketapang, Minggu (2/5/2026) malam. (ist) |
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.30 WIB itu sempat mengejutkan warga setelah terdengar suara ledakan dari arah kapal. Tak lama kemudian, asap tebal membumbung tinggi disertai kobaran api yang dengan cepat melahap hampir seluruh bagian kapal.
Salah seorang warga, Yudi, mengatakan ledakan menjadi awal kepanikan warga sekitar.
“Kejadiannya sekitar pukul 22.30 WIB. Sempat ada suara ledakan dari arah kapal,” ujarnya di lokasi kejadian.
Api dengan cepat membesar diduga karena kapal mengangkut berbagai jenis BBM, seperti Pertalite, solar, dan Pertamax. Bahkan, kobaran api sempat menjalar di permukaan air, memperluas area kebakaran di sekitar lokasi.
Warga lainnya, Apek, menyebut kapal tersebut awalnya merupakan kapal nelayan yang kini difungsikan sebagai angkutan barang.
“Setahu saya dulu kapal itu untuk mencari ikan, tapi sekarang dipakai untuk mengangkut barang,” katanya.
Kepanikan warga semakin meningkat saat api terus membesar. Sejumlah warga berupaya membantu pemadaman secara manual, termasuk memotong tali kapal agar api tidak merembet lebih jauh. Dalam proses tersebut, Apek mengaku mengalami luka di bagian tangannya.
“Tangan saya luka saat ikut memotong tali kapal dan membantu memadamkan api,” ungkapnya.
Sementara itu, warga lainnya, Agung, mengaku sempat kaget karena ledakan cukup keras hingga membuat rumahnya bergetar.
“Saya di dalam rumah, tiba-tiba ada ledakan dan terasa bergetar. Saat keluar, suasana sudah terang karena api,” katanya.
Selain BBM, kapal tersebut juga diketahui membawa tabung oksigen berukuran besar serta bahan kebutuhan pokok yang rencananya akan diangkut menuju Kabupaten Kayong Utara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat enam anak buah kapal (ABK) dalam insiden tersebut. Satu orang dilaporkan selamat, empat lainnya mengalami luka bakar dan telah dilarikan ke rumah sakit, sementara satu orang masih dinyatakan hilang hingga sekitar pukul 01.30 WIB. (Ndi)
