![]() |
| Foto ilustrasi. (*) |
Empat berita dengan tema berbeda itu ramai dibaca dan diperbincangkan masyarakat di media sosial maupun grup percakapan warga.
Sorotan pertama datang dari polemik pemasangan tiang listrik baru di Jalan Gatot Subroto, Ketapang.
Warga mengeluhkan posisi tiang yang dinilai terlalu dekat dengan badan jalan dan dikhawatirkan membahayakan pengendara.
Keluhan tersebut kemudian direspons pihak PLN yang menjelaskan pemasangan dilakukan untuk kebutuhan jaringan listrik.
Selain soal pelayanan publik, perhatian masyarakat juga tertuju pada penyegelan terminal khusus milik PT WHW oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui PSDKP Pontianak.
Perusahaan alumina tersebut dinilai memanfaatkan ruang laut tanpa mengantongi izin. Kasus ini memicu banyak komentar publik karena berkaitan dengan aktivitas industri raksasa dan pengawasan kawasan pesisir di Ketapang.
Di bidang kesehatan, kabar meninggalnya seorang warga Ketapang akibat Hanta Virus turut menjadi perhatian besar masyarakat.
Dinas kesehatan memastikan virus tersebut tidak menular antar manusia, namun warga diminta tetap waspada terhadap penyebaran dari hewan pengerat. Informasi mengenai Hanta Virus pun ramai dicari pembaca dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu, pemutaran film dokumenter “Pesta Babi” yang digelar Pemuda Katolik Ketapang juga ikut ramai dibicarakan.
Film karya Dandhy Laksono itu menarik perhatian publik karena mengangkat isu lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar industri ekstraktif.
Kegiatan nonton bareng tersebut dipenuhi anak muda dan menjadi bahan diskusi di media sosial.
Beragam isu yang ramai pekan ini menunjukkan perhatian masyarakat Ketapang tidak hanya tertuju pada persoalan pelayanan publik, tetapi juga lingkungan, kesehatan hingga ruang diskusi sosial di tengah masyarakat. (Red)
