![]() |
| Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan penanganan kasus kekerasan di Kecamatan Air Upas, Kamis (30/4/2026). (Foto : Humas) |
Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan motif maupun keterkaitan pihak tertentu dalam rangkaian peristiwa tersebut. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers pada Kamis (30/4/2026).
“Dalam penanganan perkara, kami tidak bisa terburu-buru menyimpulkan. Semua harus berdasarkan fakta dan alat bukti yang kuat,” ujarnya.
Menurut Harris, proses penyidikan saat ini masih dalam tahap pendalaman untuk mengungkap keterkaitan, relevansi, serta kemungkinan motif di balik kejadian yang meresahkan masyarakat tersebut.
Ia menegaskan bahwa kepolisian bekerja secara profesional dengan mengedepankan prosedur hukum dan prinsip pembuktian ilmiah dalam setiap tahapan penyidikan.
“Kami tidak akan menyampaikan sesuatu yang tidak berdasarkan bukti. Fokus kami saat ini adalah pada pokok tindak pidana yang terjadi di lapangan,” tegasnya.
Sejumlah kasus yang terjadi di Air Upas, seperti pembakaran dan penganiayaan, disebut telah mulai diungkap oleh aparat kepolisian. Namun, terkait latar belakang maupun dugaan keterlibatan pihak tertentu, masih menunggu hasil penyidikan lebih lanjut.
Sebelumnya, isu terkait peristiwa di Air Upas juga menjadi perhatian publik, termasuk saat aksi demonstrasi mahasiswa di Kantor Gubernur Kalimantan Barat pada Senin (27/4/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak penyelesaian kasus yang mereka nilai sebagai teror.
Menanggapi hal itu, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyatakan bahwa persoalan tersebut belum dapat dikategorikan sebagai tindak terorisme, melainkan lebih mengarah pada konflik sosial yang melibatkan berbagai pihak.
Menutup pernyataannya, Kapolres Ketapang mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap kooperatif, menjaga komunikasi, dan tidak menyebarkan kekhawatiran berlebihan. Kami juga terus meningkatkan patroli untuk menjaga keamanan,” pungkasnya. (Ndi)
