-->

Cargill dan Pemkab Ketapang Kolaborasi Bangun 25 Desa Lewat Program Berkelanjutan

Editor: Agustiandi author photo

Suasana pelatihan pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang diikuti 80 peserta dari 26 desa di Kabupaten Ketapang, hasil kolaborasi Cargill dan Perkumpulan Ulin, Selasa (7/7/2026). (ist) 
Ketapang (Suara Ketapang) - Komitmen Cargill OneKal dalam membangun komunitas berkelanjutan di Kabupaten Ketapang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah. Kemitraan strategis dengan tiga organisasi—Save the Children Indonesia, Perkumpulan Ulin, dan Krealogi, disebut sejalan dengan RPJMD Ketapang 2025-2029 dan kerangka keberlanjutan global Cargill.

Program yang telah menjangkau lebih dari 2.500 penerima manfaat langsung dan 30.000 penerima tidak langsung ini tersebar di 25 desa dari lima kecamatan, yakni Manis Mata, Air Upas, Marau, Jelai Hulu, dan Kendawangan.

Kepala Bappeda Kabupaten Ketapang Harto mengapresiasi sinergi yang tercipta antara sektor swasta dan pemerintah daerah.

"Keselarasan kontribusi Cargill sebagai mitra pembangunan daerah dengan RPJMD Ketapang 2025-2029 adalah bukti bahwa sektor swasta dapat menjadi akselerator pembangunan yang sangat efektif ketika direncanakan bersama pemerintah daerah," ujar Harto melalui keterangannya yang diterima, Selasa (7/7/2026). 

Harto menambahkan, koordinasi intensif dengan berbagai dinas, termasuk Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kesehatan, Koperasi dan UKM, Pariwisata dan Kebudayaan, Pendidikan, Lingkungan Hidup, serta PU dan Tata Ruang—memastikan setiap program terukur dan tepat sasaran.

Save the Children Fokus pada Air Bersih dan Pemberdayaan Pemuda

Melalui Program RESILIENCE fase 2, Save the Children menggandeng Cargill membangun infrastruktur air bersih dan sanitasi. Saat ini, sembilan titik pengeboran air sedang diproses dan 120 paket material kloset serta septic tank telah didistribusikan ke lima desa untuk mendukung komunitas bebas Buang Air Besar Sembarangan (ODF).

Di bidang pemberdayaan pemuda, 121 orang muda usia 18-28 tahun di lima kecamatan telah menerima pelatihan kecakapan hidup, literasi keuangan, dan kewirausahaan. Pelatihan serupa akan menyasar tiga SMK pada Juli 2026. Tiga Youth Center dengan 53 persen pengurus perempuan kini aktif beroperasi, didukung platform digital Siap Kerja Ketapang yang menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan lokal.

Sebanyak 23 Kelompok Simpan Pinjam Berbasis Komunitas (VSLA) yang diikuti 400 orang, 82 persen di antaranya perempuan, telah mengumpulkan simpanan Rp233,9 juta dan menyalurkan pinjaman Rp79 juta. Enam kelompok bahkan telah membentuk usaha hortikultura untuk meningkatkan pendapatan.

Ulin Perkuat Lingkungan dan Ketahanan Pangan

Perkumpulan Ulin bersama Cargill menggelar pelatihan pencegahan kebakaran hutan dan lahan bagi 80 peserta dari 26 desa, dilanjutkan distribusi tiga paket alat pemadam. Pada peringatan Hari Bumi 2026, komunitas menanam 1.000 bibit sengon, jabon, dan trembesi sebagai kontribusi penghijauan dan penyerapan karbon.

Di sektor ketahanan pangan, program agroforestri kopi dijalankan bersama 14 petani melalui sekolah lapang Budidaya Pertanian yang Baik (GAP), teknik panen, dan pengolahan pascapanen. Ulin juga akan menggelar sekolah lapang pertanian padi di Kecamatan Kendawangan dan Jelai Hulu serta praktik permakultur di lahan pekarangan.

Studi banding ke Bantul dan Banyumas melahirkan konsep pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang kini memasuki fase pilot bank sampah di Desa Manis Mata, Ratu Elok, dan Air Upas.

Krealogi Dorong Perempuan Penganyam Tembus Pasar Luar Daerah

Lewat kemitraan dengan Krealogi, Cargill mendukung 90 penganyam—mayoritas perempuan—di delapan desa dari empat kecamatan. Program mencakup pelatihan manajemen usaha, inovasi produk bernilai pasar tinggi, dan pengembangan akses pasar.

Sebanyak 57 peserta telah menyelesaikan pelatihan dengan rata-rata kepuasan 8,5 dari 10 dan peningkatan pengetahuan 35 persen. Inovasi produk melahirkan desain baru seperti sarung possel, kotak perhiasan, tatakan dan sarung gelas yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar modern.

Strategi pemasaran yang lebih luas membuka peluang bagi penganyam Ketapang untuk mengakses pasar di luar daerah, menciptakan sumber penghasilan baru yang berkelanjutan bagi perempuan-perempuan desa. (Ad) 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play