Jembatan tersebut kini kembali layak digunakan dan menjadi akses yang lebih aman bagi para pelajar, guru, serta masyarakat sekitar.
Peresmian dipimpin langsung Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris dan dihadiri unsur Forkopimcam Muara Pawan, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, anggota DPRD Kabupaten Ketapang, Kepala SMP Negeri 2 Muara Pawan, dewan guru, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris mengatakan, renovasi jembatan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi nyata melalui pembangunan fasilitas yang bermanfaat. Semoga jembatan ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa, guru, maupun masyarakat yang setiap hari melintasinya," ujar Kapolres.
Menurutnya, akses yang aman menuju sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran proses belajar mengajar sekaligus meningkatkan keselamatan para pengguna jalan.
Atas kepedulian tersebut, Kapolres Ketapang menerima penghargaan dari Kepala Desa Tempurukan dan Kepala SMP Negeri 2 Muara Pawan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Polres Ketapang dalam mendukung pembangunan fasilitas pendidikan.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya jembatan yang telah selesai direnovasi.
Kapolres bersama para pejabat yang hadir juga meninjau langsung kondisi jembatan guna memastikan hasil renovasi telah memenuhi aspek keamanan dan siap dimanfaatkan masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama sebagai simbol sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.
Melalui renovasi jembatan tersebut, Polres Ketapang menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (Ndi)
