-->

Kabut Asap Lumpuhkan Bandara Rahadi Oesman, Jarak Pandang 100 Meter

Editor: Agustiandi author photo

Kabut asap karhutla menyelimuti kawasan Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Selasa (8/9/2026). Pada pukul 09.16 hingga 11.16 WIB jarak pandang hanya sekitar 100 meter. (ist) 
Ketapang, Suara Ketapang – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu aktivitas penerbangan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Pada Selasa (8/9/2026) pukul 09.16 hingga pukul 11.16 WIB, jarak pandang di Bandara Rahadi Oesman Ketapang hanya sekitar 100 meter. Kondisi ini membuat penerbangan dari dan menuju Ketapang belum dapat dilakukan.

Padahal, rute penerbangan Ketapang-Halim Perdanakusuma, Jakarta, dijadwalkan kembali beroperasi setelah sebelumnya ditiadakan selama dua hari.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Rahadi Oesman Ketapang, Dwi Muji Raharjo, mengatakan penerbangan dalam dua hari terakhir sebelumnya ditiadakan akibat gangguan abu vulkanik dari aktivitas Anak Krakatau.

“Dua hari terakhir penerbangan ke Jakarta ditiadakan karena abu vulkanik akibat Anak Krakatau. Hari ini sudah dibuka kembali,” kata Dwi.

Namun, rencana penerbangan perdana rute Halim Perdanakusuma-Ketapang hari ini kembali terkendala. Kabut asap karhutla membuat jarak pandang di sekitar bandara turun hingga hanya 100 meter.

Menurut Dwi, kondisi tersebut tidak memungkinkan pesawat melakukan penerbangan karena berisiko terhadap keselamatan.

Pihak bandara, kata Dwi, terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan cuaca dan jarak pandang. Keputusan penerbangan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

"Jika jarak pandang tidak memungkinkan, penerbangan pada sejumlah rute akan dibatalkan. Tidak hanya rute Ketapang-Halim Perdanakusuma, tetapi juga Ketapang-Pontianak dan Ketapang-Pangkalan Bun," jelasnya. 

Dwi memastikan keputusan pembatalan penerbangan semata-mata dilakukan untuk keselamatan penerbangan.

Ia juga memastikan tidak ada kendala berarti bagi penumpang akibat pembatalan tersebut. Pihak maskapai telah memberikan kompensasi sesuai ketentuan kepada penumpang terdampak.

“Kita utamakan keselamatan. Untuk penumpang, kompensasi sudah diberikan oleh pihak maskapai,” ujarnya. (Ndi) 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play