![]() |
| Mobil pengangkut air tengah mengisi air bersih dari sumber air di Desa Pampang Harapan, Sukadana, untuk didistribusikan kepada warga, Jumat (11/9/2026). (ist) |
Stok air hujan yang selama ini menjadi andalan warga mulai habis. Warga pun terpaksa membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Harganya tidak murah. Untuk 2.000 liter atau setara 10 drum berkapasitas 200 liter, warga harus membayar Rp350 ribu hingga Rp450 ribu.
Yanto (55), warga Desa Nipah Kuning, mengatakan harga tersebut cukup memberatkan. Namun, warga tidak memiliki banyak pilihan karena persediaan air hujan sudah habis.
“Sekarang persediaan air hujan sudah habis, jadi harus beli dari sopir pikap. Dua ribu liter Rp350 ribu. Air dari Sukadana sampai Desa Nipah Kuning,” kata Yanto kepada wartawan, Senin (14/9/2026).
Menurut Yanto, warga Desa Nipah Kuning dan sekitar 10 desa lainnya di Kecamatan Simpang Hilir selama ini mengandalkan air hujan untuk kebutuhan mandi, mencuci dan memasak.
Kondisi itu semakin sulit setelah kemarau berlangsung hampir tiga bulan. Air yang ditampung warga dalam tong pun mulai habis.
“Dalam tong sudah habis. Biasanya kami mengandalkan air hujan. Sekarang harus beli air dari Sukadana Rp350 ribu sampai sini,” ujarnya.
Kondisi serupa dirasakan warga Desa Pulau Kumbang. Eko, warga setempat, mengatakan air bersih yang dibeli dari sumber air di Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, dijual hingga Rp450 ribu untuk 2.000 liter.
Menurut Eko, warga Pulau Kumbang juga selama ini mengandalkan air hujan. Sementara sumber air lainnya seperti sumur dan air dari kawasan hutan kini mengering.
“Air dalam perigi, air rimba sudah kering, tidak ada dapat lagi. Mau tidak mau kami membeli air. Biarpun Rp450 ribu satu tangki harganya,” kata Eko.
Ia mengatakan kondisi tersebut membuat warga harus mengeluarkan biaya tambahan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Berdasarkan informasi dari warga, hingga Senin (14/9/2026), belum ada bantuan air bersih yang diterima warga di Desa Nipah Kuning, Pemangkat, maupun Pulau Kumbang.
Warga berharap distribusi air bersih segera dilakukan, terutama ke desa-desa di Kecamatan Simpang Hilir yang terdampak kekeringan. (Ndi)
