Bantuan berupa mobil tangki air, peralatan pemadaman hingga pengerahan Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam membantu petugas menangani kebakaran di lapangan.
Kepala BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwantoro, mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di wilayah rawan kebakaran.
Ia menilai, respons cepat perusahaan dalam memenuhi kebutuhan petugas sangat membantu kelancaran pemadaman. Salah satu perusahaan yang mendapat apresiasi adalah PT BGA, terutama atas dukungannya di wilayah Kendawangan dan sekitarnya.
“Kalau BGA ini intinya, kita minta apa, mereka siap membantu memadamkan api. Kalau semua perusahaan di Ketapang seperti mereka, sangat terbantu kita,” ujar Yunifar, Rabu (28/10/2026).
Ia mencontohkan bantuan BBM dan mobil tangki air yang dibutuhkan untuk mendukung operasi pemadaman. Menurutnya, kecepatan perusahaan dalam merespons permintaan bantuan menjadi nilai penting saat petugas menghadapi kebakaran.
Yunifar juga mengapresiasi kesiapan sarana dan prasarana pengendalian karhutla yang dimiliki perusahaan tersebut. Ketersediaan peralatan dan kesiapan personel dinilai penting agar pemadaman dapat dilakukan dengan cepat.
Kewajiban perusahaan perkebunan menyediakan sarana dan prasarana pengendalian kebakaran diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 6 Tahun 2025. Peraturan tersebut merupakan perubahan atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 05/Permentan/KB.410/1/2018 tentang Pembukaan dan/atau Pengolahan Lahan Perkebunan Tanpa Membakar.
Selain dukungan peralatan, PT BGA juga membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa-desa sekitar wilayah operasionalnya. Keberadaan kelompok ini diharapkan membantu mendeteksi potensi kebakaran lebih awal dan mendukung penanganan awal di tingkat desa.
Yunifar turut mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang hadir dalam rapat koordinasi bersama pemerintah daerah, termasuk rapat yang dipimpin Bupati Ketapang. Menurutnya, respons terhadap arahan pemerintah dan kesiapan membantu di lapangan turut mendukung penanganan karhutla.
Hotspot Kepercayaan Tinggi Nihil
Di sisi lain, kondisi karhutla di Kabupaten Ketapang menunjukkan perkembangan positif setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah.
Berdasarkan pemantauan BPBD hingga Selasa malam (27/10/2026), tidak ditemukan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Yunifar mengatakan, sebagian besar wilayah yang dipantau mulai basah setelah diguyur hujan. Di jalur Air Hitam hingga Kelampai, sekitar 90 persen area yang dilewati telah basah.
Hujan juga mengguyur kawasan Pesaguan–Sungai Jawi, Sungai Awan, Tempahan di Kecamatan Tayap, Air Upas, hingga wilayah perkotaan Ketapang.
“Sepanjang yang kami lewati dari Air Hitam sampai Kelampai, sekitar 90 persen sudah basah. Pesaguan sampai Sungai Jawi juga basah, Sungai Awan hujan, Tempahan di Tayap hujan, Air Upas hujan, termasuk Kota Ketapang,” kata Yunifar.
Ia berharap hujan dapat membantu memulihkan kondisi wilayah terdampak sekaligus menekan risiko munculnya kembali titik api.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan semuanya kembali normal dan aman,” tutupnya. (Ndi)
