-->

Jamhuri Amir Minta DMI Ketapang Punya Database Seluruh Masjid

Editor: Agustiandi author photo

Ketua PD-DMI Kabupaten Ketapang terpilih Jamhuri Amir saat berbicara di depan PD-DMI Ketapang di Aula Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang, Rabu malam (30/9/2026). (ist) 
Ketapang (Suara Ketapang) -  Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD-DMI) Kabupaten Ketapang masa bakti 2026–2031 akan memetakan kondisi masjid di seluruh wilayah Ketapang sebelum menyusun program kerja.

Ketua PD-DMI Kabupaten Ketapang terpilih, Jamhuri Amir mengatakan pemetaan tersebut penting agar program organisasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Hal itu disampaikan Jamhuri saat bertemu calon pengurus PD-DMI Ketapang di Aula Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang, Rabu malam (30/9/2026).

Jamhuri yang juga Wakil Bupati Ketapang itu mendorong PD-DMI memiliki database masjid se-Kabupaten Ketapang.

Database tersebut nantinya memuat informasi mengenai keberadaan dan kondisi masjid. Data itu juga dapat digunakan untuk mengetahui persoalan yang dihadapi masjid di masing-masing wilayah.

Menurut Jamhuri, kebutuhan setiap masjid tidak selalu sama. Karena itu, program DMI harus disusun berdasarkan kondisi di lapangan.

“Apalah artinya saya masuk di organisasi manakala organisasi yang saya pimpin tak pernah hidup di tengah-tengah umat,” kata Jamhuri.

Salah satu persoalan yang perlu dipetakan adalah kondisi masjid yang membutuhkan dukungan agar aktivitas ibadah dan kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Status dan legalitas tanah masjid juga menjadi perhatian. Menurut Jamhuri, kepastian status tanah penting untuk menjamin keberadaan dan keberlanjutan pengelolaan masjid.

Ia juga meminta calon pengurus tidak sekadar menyalin program DMI dari daerah lain.

“Program kerja harus disesuaikan dengan kearifan lokal, karena Ketapang tidak sama dengan daerah lain,” ujarnya.

Jamhuri mengatakan karakter wilayah dan kondisi masyarakat Ketapang memiliki kekhasan. Perbedaan tersebut harus menjadi pertimbangan dalam menentukan program organisasi.

Selain persoalan administrasi dan sarana, DMI Ketapang juga diarahkan untuk memperkuat fungsi masjid di tengah masyarakat.

Masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah mahdhah. Masjid juga dapat menjadi pusat pendidikan, pembinaan umat, kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat dan aktivitas kemasyarakatan lainnya.

Pertemuan calon pengurus tersebut menjadi bagian awal penyusunan arah kerja PD-DMI Ketapang untuk periode 2026–2031.

Jamhuri berharap pengurus yang terbentuk nantinya dapat bekerja bersama dan memastikan keberadaan DMI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Semoga semangat kebersamaan ini dapat membawa manfaat bagi bangsa dan negara,” katanya. (Ad) 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play