Tarian dan Musik Gambus Jadi Tradisi Penyambutan Tamu Penting di Kelurahan Sampit

Editor: Agustiandi author photo

Tarian khas Melayu sambut kedatangan Wakil Bupati Ketapang Farhan bersama rombongan di Kelurahan Sampit Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang Kalbar, Minggu (6/2/2022). (Prokopim Kabupaten Ketapang).
Ketapang (Suara Ketapang) - Warga Kelurahan Sampit Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat menampilkan tarian adat dalam penyambutan tamu penting.

Seperti saat Wakil Bupati Ketapang Farhan menyambangi kelurahan mereka pada momen peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al- Fatihah, Minggu (6/2/2022).

Tarian khas Melayu yang diiringi musik gambus tampak mengiringi kedatangan orang nomor dua di Kabupaten Ketapang tersebut. Suara khas gambus terdengar seirama dengan gemulai tangan penari. 

Menariknya, para penari dan pemain gendangnya tempak diisi kalangan muda-mudi. Ini tentu sangat baik dalam pelestarian adat budaya Melayu. 

Selain dapat merawat dan melestarikan adat budaya Melayu, tarian penyambutan seperti ini juga dapat menghibur rombongan yang berkunjung di kelurahan tersebut.

Dilansir dari Wikipedia, Masuknya gambus di Kalimantan adalah melalui kelompok masyarakat yang berasal dari Kerajaan Brunei Darussalam dan tinggal serta membaur bersama masyarakat Melayu Sanggau lainnya yang pada masa itu berpusat di Desa Mengkiang. 

Desa Mengkiang inilah menjadi cikal bakal Kerajaan Sanggau yang sekarang menjadi Kabupaten Sanggau. Desa ini berada di alur Sungai Sekayam yang merupakan anak sungai dari Sungai Kapuas. 

Pada awalnya para penduduk yang berasal dari Kerajaan Brunei tersebut merupakan penjelajah, beberapa diantara mereka ada yang bisa memainkan alat musik gambus. 

Gambus diserap dan dimainkan oleh penduduk asli Desa Mengkiang dikarenakan ketertarikan mereka pada masa itu melihat alat musik gambus yang unik dengan cara permainan dipetik dan juga sambil mengiringi syair – syair yang dinyanyikan oleh pemain gambus. 

Kesenian ini biasa disebut besya’er oleh masyarakat setempat. Selain itu pada masa itu juga tidak ada media hiburan lain yang dilakukan oleh masyarakat Desa Mengkiang untuk menghibur mereka diwaktu senggang. 

Peran instrumen gambus dalam Ansambel Musik Melayu di Kabupaten Sanggau yaitu sebagai pemimpin dalam Ansambel Musik Melayu. Pemain instrumen gambus dalam ansambel musik Melayu dijadikan pemimpin dikarenakan gambus merupakan melodi utama dalam lagu – lagu yang dimainkan. Selain itu, seorang penggambus juga dituntut untuk bisa menyanyikan syair – syair lagu yang dibawakan. Jadi, seorang penggambus selain mahir memetik dawai instrumen gambus juga harus bisa besya’er. (Ndi)

Share:
Komentar

Berita Terkini