![]() |
| Sekda Ketapang Repalianto diapit Kepala DSP3AKB Ketapang, Albertin Tri Kurniasih (kanan) dan Kepala Dinas Pertanian usai menerima penghargaan di kantor Gubernur Kalbar, Minggu (17/8/2025). (ist) |
Pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Pemkab Ketapang dianugerahi penghargaan terbaik III atas kinerja pelaksanaan 8 aksi konvergensi pencegahan dan penurunan stunting tahun 2024.
Penghargaan ini diserahkan Gubernur Kalbar Ria Norsan kepada Sekda Ketapang Repalianto bersama Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DSP3AKB) Ketapang, Albertin Tri Kurniasih.
Albertin Tri Kurniasih, menyampaikan strategi utama yang dilakukan adalah pemetaan permasalahan stunting di tingkat desa.
Menurutnya, setiap desa memiliki faktor penyebab berbeda, sehingga solusi dan intervensi juga harus disesuaikan. Delapan aksi konvergensi dinilai efektif karena saling keterkaitan satu sama lain dalam upaya menurunkan angka stunting.
“Intervensi dilakukan bersama pemerintah, swasta dan lintas sektor. Semua pihak bergerak sesuai fungsi masing-masing. Hasilnya, berdasarkan data SSGI, angka stunting Ketapang menurun 4,4 persen, dari 22,3 persen pada 2022 menjadi 17,9 persen di 2024,” jelasnya.
Asih menambahkan, tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah rendahnya pemahaman masyarakat terkait stunting. Karena itu, pihaknya terus mendorong kampanye pencegahan stunting serta mengajak orang tua untuk rutin memantau tumbuh kembang anak di Posyandu.
"Kesadaran masyarakat untuk membawa bayi, batita dan balita nya untuk dipantau tumbuh kembangnya di Posyandu ini juga sangat penting," ujarnya.
Selain penghargaan di bidang kesehatan, Kabupaten Ketapang juga mencatat prestasi di sektor pertanian dengan menempati peringkat kedua peningkatan luas tambah tanam padi periode Juli 2025. (Ad)
