![]() |
| Komandan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah Kalimantan Barat, Eka Tri Prasetya. (ist) |
Komandan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah Kalimantan Barat, Eka Tri Prasetya, mengatakan, Kecelakaan kerja itu terjadi pada Rabu, 21 Januari 2026. Selain dua korban meninggal dunia, dua pekerja lain mengalami kecelakaan serupa, namun berhasil selamat.
Menurut Eka, bulan K3 Nasional sejatinya menjadi momentum strategis untuk memperkuat budaya kerja yang aman, sehat, dan produktif di seluruh sektor industri.
"Namun, kecelakaan fatal yang terjadi di PLTU Sukabangun justru mencoreng semangat peringatan tersebut," ujar Eka, Senin (26/1/2026).
Eka menilai insiden tersebut ironis. Apalagi, PLTU Ketapang sebelumnya menerima penghargaan Zero Accident dari Kementerian Ketenagakerjaan RI pada 2025.
“Di tengah peringatan Bulan K3 2026 dan kebanggaan atas penghargaan Zero Accident, justru terjadi kecelakaan kerja yang merenggut nyawa pekerja,” ujar Eka.
Menurut Eka, kecelakaan kerja di PLTU Ketapang bukanlah kejadian tunggal. Pada 2025, insiden serupa juga menewaskan seorang pekerja. Kondisi itu menunjukkan adanya persoalan serius dalam penerapan sistem K3 di lokasi tersebut.
“Artinya, ini kejadian yang berulang dan tidak selaras dengan penghargaan yang diterima. PLTU Ketapang seharusnya melakukan pembenahan menyeluruh,” katanya.
Eka mendorong manajemen PLTU Ketapang bersama pihak berwenang untuk melakukan evaluasi besar terhadap mekanisme K3 yang diterapkan.
Ia juga meminta adanya keterbukaan informasi kepada publik terkait penyebab dan penanganan insiden tersebut.
“Kejadian berulang hingga menimbulkan korban jiwa tentu sangat disayangkan. Ada ketidaksinkronan antara penghargaan dan kondisi di lapangan. Semoga ini menjadi evaluasi bersama,” ujar Eka. (Ndi)
