![]() |
| Foto ilustrasi. (*) |
Plt Direktur RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, dr. Feria Kowira, mengungkapkan, kondisi anak tersebut masih belum stabil dan berada dalam pengawasan ketat tim medis.
“Masih ditangani oleh tim medis yang terdiri dari dokter spesialis anak, spesialis ortopedi (tulang), serta tim ICU. Ia masih menjalani perawatan intensif,” ujar dr. Feria saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).
Ia memaparkan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis menggunakan CT scan dan rontgen, tim dokter menemukan adanya sejumlah luka serius, termasuk memar di beberapa bagian tubuh serta patah tulang.
Namun, kata dia, hingga kini tindakan operasi belum dapat dilakukan karena kondisi korban belum memungkinkan.
“Sebenarnya ada indikasi perlunya tindakan operasi, tetapi karena kondisi pasien belum stabil, kami belum bisa melaksanakannya. Saat ini tim medis masih berupaya memulihkan kondisinya terlebih dahulu,” jelasnya.
dr. Feria menambahkan, korban pertama kali dibawa ke rumah sakit pada Rabu 14 Januari 2026 dalam kondisi tidak sadarkan diri. Sesaat setelah tiba, tim medis langsung melakukan penanganan darurat dan berkoordinasi dengan berbagai dokter spesialis terkait.
Saat ditanya mengenai analisis medis terkait penyebab utama luka yang dialami korban, dr. Feria menegaskan bahwa hal tersebut merupakan ranah aparat penegak hukum.
“Itu mungkin kembali ke pihak yang berwajib,” tegasnya.
Sebelumnya, pihak kepolisian telah mengamankan terduga pelaku berinisial R (27), yang merupakan calon ayah tiri korban. Saat ini, ia masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Ketapang guna mengungkap secara lengkap dugaan tindak kekerasan tersebut. (Ndi)
