-->

417 Korban Dugaan Keracunan MBG Marau Pulih, Distribusi Sempat Dihentikan

Editor: Agustiandi author photo

Pasien dugaan keracunan MBG di Kecamatan Marau Kabupaten Ketapang dirawat di lorong puskesmas lantaran jumlah pasien yang membeludak Jumat (6/2/2026). (ist) 
Ketapang (Suara Ketapang) - Penanganan kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dinyatakan selesai. Seluruh korban telah pulih dan kembali ke rumah masing-masing.

Kepala Program MBG Regional Kalbar, Agus Kurniawi, mengatakan pasien terakhir yang sempat dirujuk ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, Minggu (15/2/2026).

“Dengan kepulangan pasien terakhir, seluruh korban dugaan keracunan MBG di SPPG Marau Riam Batu Gading mitra CV Pilar telah pulih,” ujar Agus.

Berdasarkan data rekapitulasi, total korban terdampak mencapai 417 orang. Sebanyak 414 orang mendapat penanganan di puskesmas dan menjalani perawatan di rumah. Sementara tiga orang sempat dirujuk ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang.

“Tiga yang dirujuk masing-masing Andre (siswa SMP), Selvia Lestari (guru SMP) dan Yeyen. Ketiganya kini sudah pulih,” jelasnya.

Agus menyebut, sejak laporan pertama diterima hingga hari kedelapan, kondisi di lapangan telah terkendali dan kondusif. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dinyatakan sembuh.

Meski demikian, proses evaluasi dan pendalaman penyebab kejadian masih berlangsung.

Ia menjelaskan, dugaan keracunan diduga berasal dari menu MBG yang dibagikan pada Rabu, 4 Februari 2026. Menu tersebut terdiri dari nasi putih, gulai telur, perkedel tahu, tumis sawi dan wortel, serta puding.

Menurutnya, sejumlah penerima manfaat mulai merasakan pusing, mual dan muntah pada malam hingga keesokan harinya. Karena mengira hanya gejala ringan, sebagian tidak langsung berobat.

Pihak MBG baru menerima laporan dari sekolah pada Kamis (5/2/2026) pagi, setelah banyak siswa tidak masuk akibat mual dan muntah.

Menindaklanjuti laporan itu, tim pengawas gizi, pengawas keuangan dan asisten lapangan langsung turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak sekolah. Para siswa yang terdampak kemudian dibawa ke Puskesmas Marau untuk mendapat penanganan.

Distribusi menu MBG pada Kamis langsung dihentikan sementara guna fokus pada penanganan korban.

“Kami hentikan distribusi pada hari itu untuk memastikan penanganan berjalan maksimal,” pungkasnya. (Ndi) 

Share:
Komentar

Berita Terkini