-->

Lasarus Serahkan Bus Sekolah Kemenhub ke Yayasan Pelayanan Kasih Fatima Ketapang

Editor: Agustiandi author photo

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus  (kiri) didampingi Ketua DPC PDIP Ketapang Mateus Yudi (kanan) menyerahkan kunci mobil bus sekolah kepada Ketua Yayasan Pelayanan Kasih Fatima, Kamis (5/2/2025) siang. (Suarakalbar.co.id/Agustiandi) 
Ketapang (Suara Ketapang) - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyerahkan satu unit bus sekolah bantuan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia kepada Yayasan Pendidikan Pelayanan Kasih Fatima di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis (5/2/2025) siang. 

Lasarus mengatakan, penyaluran bus sekolah tersebut melalui proses yang cukup panjang, mulai dari pengusulan hingga verifikasi kebutuhan di lapangan. Ia menegaskan, usai diserahkan tanggung jawab perawatan kendaraan sepenuhnya diserahkan kepada pihak yayasan.

“Saya berharap bus ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Perawatan itu penting, begitu juga dengan pemilihan sopir. Sopir yang baik menentukan keselamatan penumpang dan usia kendaraan,” ujar Lasarus.

Menurut dia, aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam operasional bus sekolah tersebut. Bus yang diserahkan merupakan kendaraan berfasilitas pendingin udara (full AC) dengan nilai sekitar Rp 700 juta.

Bus itu dapat menampung 17 penumpang secara ideal, bahkan hingga 20 orang tanpa harus berdesak-desakan. Lasarus berharap keberadaan bus sekolah ini dapat menunjang aktivitas siswa, para suster, serta kegiatan pendidikan di lingkungan yayasan.

Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat itu menambahkan, pada tahun anggaran 2025 pemerintah menyalurkan tiga unit bus sekolah di Kalimantan Barat, masing-masing dua unit untuk Kabupaten Sintang dan satu unit untuk Kabupaten Ketapang.

“Kami hadir untuk memberikan fasilitas dan menyuarakan kebutuhan masyarakat,” kata Lasarus.

Lasarus mencoba mengemudikan bus sekolah bantuan Kementerian Perhubungan saat membawa para suster Yayasan Kasih Fatima di Ketapang, Kamis (5/2/2025). (Suarakalbar.co.id/Agustiandi) 
Dalam kesempatan tersebut, Lasarus juga menyinggung pembangunan Rusunawa Asrama Putri Bintang Kejora yang berada di lingkungan yayasan. Ia menegaskan, bangunan tersebut belum diresmikan secara resmi karena masih menunggu proses audit.

“Hari ini belum peresmian, saya hanya memotong pita. Gedung ini akan diaudit terlebih dahulu, kemudian dilakukan perawatan. Setelah itu baru diresmikan bersama Kementerian PUPR dan diserahkan secara resmi kepada yayasan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kalimantan Barat, I Ketut Suhartana mengatakan, bus sekolah yang diserahkan merupakan bus ketiga yang disalurkan Kementerian Perhubungan di Kalimantan Barat tahun ini.

“Mudah-mudahan bus ini bisa memberikan manfaat optimal. Dengan fasilitas yang baik dan perawatan yang terjaga, pelayanan transportasi sekolah juga akan semakin baik,” ujar Ketut.

Ia menyebutkan, harga satu unit bus sekolah berada di kisaran Rp 600 juta hingga Rp 700 juta. Karena itu, pihak yayasan diminta menjaga kondisi teknis kendaraan serta memilih pengemudi yang berpengalaman dan bertanggung jawab.

Ketua Yayasan Pelayanan Kasih Fatima, Suster Felisitas, mengapresiasi bantuan bus sekolah dan pembangunan asrama putri yang dinilainya sangat dibutuhkan oleh lembaga pendidikan tersebut.

"Kami sangat kesulitan mencari transportasi umum untuk kegiatan sekolah, apalagi jika harus membawa banyak siswa dalam satu waktu. Bus ini menjadi solusi penting bagi keterbatasan tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Yayasan Pelayanan Kasih Fatima menaungi lima unit sekolah, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, dengan jumlah siswa hampir 900 orang. Selama ini, yayasan belum memiliki kendaraan operasional, terutama bus sekolah.

Ia menyampaikan, asrama ini disiapkan untuk putri-putri dari daerah pedalaman agar mereka bisa mengakses pendidikan yang layak di Ketapang. 

Saat ini, rusunawa putri telah dihuni oleh 96 siswi. Asrama tersebut memiliki 30 kamar, dengan kapasitas empat orang per kamar. Yayasan berharap jumlah penghuni akan bertambah pada tahun ajaran baru mendatang.

“Asrama putri dengan kapasitas besar seperti ini masih sangat terbatas di Ketapang. Biasanya, anak-anak dari pedalaman yang melanjutkan SMP, SMA, atau SMK akan dititipkan kepada para suster dan tinggal di sini,” tuturnya. (Ndi) 

Share:
Komentar

Berita Terkini