![]() |
| Bupati Ketapang Alexander Wilyo mendampingi kontingen Kabupaten Ketapang saat mengikuti rangkaian Pekan Gawai Dayak (PGD) Kalimantan Barat ke-40 di Rumah Radakng, Pontianak. (ist) |
Kegiatan budaya tahunan yang dipusatkan di Rumah Radakng, Pontianak, sejak Rabu (20/5/2026) itu berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan masyarakat, tokoh adat, delegasi dari berbagai kabupaten kota, hingga tamu dari Sarawak, Malaysia.
Sebagai tuan rumah tahun ini, Kabupaten Ketapang tampil menonjol melalui berbagai atraksi budaya, ritual adat, hingga prosesi sakral khas Dayak Ketapang yang menjadi perhatian para pengunjung.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo yang bergelar Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh mengatakan, Pekan Gawai Dayak bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi ruang penting untuk menjaga identitas budaya dan memperkenalkannya kepada generasi muda.
“Budaya Dayak harus terus dijaga dan diwariskan. PGD menjadi ruang memperkuat jati diri sekaligus memperkenalkan kekayaan adat Dayak Ketapang kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Selain menampilkan seni dan budaya, PGD ke-40 juga menjadi sarana edukasi mengenai nilai kehidupan masyarakat Dayak seperti kebersamaan, penghormatan terhadap alam, serta semangat persaudaraan antar masyarakat adat.
Salah satu agenda yang menjadi sorotan dalam pelaksanaan PGD tahun ini yakni ritual adat Pesalin khas Dayak Ketapang. Prosesi tersebut merupakan tradisi pemberian gelar kehormatan adat yang dilaksanakan melalui tata cara adat oleh pemangku dan sesepuh Dayak.
Dalam prosesi itu, sejumlah tokoh nasional, jajaran Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), hingga tamu dari Sarawak menerima gelar kehormatan adat Dayak Ketapang.
Alex menegaskan, pemberian gelar adat memiliki makna dan tanggung jawab moral sehingga pelaksanaannya dilakukan secara sakral dan tidak sembarangan.
“Gelar adat bukan sekadar simbol, tetapi penghormatan terhadap nilai leluhur dan marwah adat Dayak yang harus dijaga bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyebut Pekan Gawai Dayak merupakan kekuatan budaya masyarakat Kalimantan Barat yang mampu mempererat keberagaman.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan berharap PGD terus berkembang menjadi destinasi wisata budaya unggulan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata daerah.
Rangkaian PGD ke-40 turut diramaikan pawai kendaraan hias, pertunjukan seni budaya, hingga atraksi adat dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Barat. (Ad)
