Mengusung tema “Membangun Wartawan Profesional, Berintegritas dan Berdaya Saing di Era Digital”, kegiatan ini menjadi pintu awal bagi para wartawan yang ingin bergabung sebagai anggota resmi PWI sekaligus memperdalam pemahaman tentang profesi jurnalistik yang beretika dan bertanggung jawab.
Di tengah derasnya arus informasi yang beredar melalui berbagai platform digital, Ketua PWI Kalbar Kundori menegaskan bahwa profesionalisme wartawan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
Menurutnya, masyarakat saat ini harus mampu membedakan informasi yang diproduksi melalui proses jurnalistik dengan berbagai konten yang beredar bebas di media sosial.
“Di era digital saat ini, jurnalisme memiliki peran yang sangat penting. Masyarakat harus bisa membedakan antara informasi yang diproduksi wartawan profesional dengan konten yang beredar di media sosial. Karena itu, profesionalisme wartawan harus terus diperkuat,” tegas Kundori.
Ia menjelaskan, OKK merupakan salah satu syarat wajib bagi wartawan yang ingin menjadi anggota resmi PWI. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kode etik jurnalistik, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PWI, hingga dasar-dasar penulisan berita.
Menurut Kundori, calon anggota muda PWI harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya telah bekerja di perusahaan pers minimal satu tahun, memiliki kartu identitas pers, bekerja di perusahaan pers berbadan hukum, serta berpendidikan minimal SMA atau sederajat.
“Orientasi ini merupakan salah satu syarat untuk menjadi anggota resmi PWI. Peserta dibekali pemahaman tentang kode etik, AD/ART PWI, hingga pelatihan penulisan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menilai pelaksanaan OKK memiliki peran strategis dalam mencetak wartawan yang memahami tugas, fungsi, serta tanggung jawab profesinya.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari proses rekrutmen anggota baru, tetapi juga sarana memperkuat kualitas organisasi dan meningkatkan kontribusi pers terhadap pembangunan daerah.
“Hari ini PWI Kalbar menggelar OKK dan acara ini penting serta strategis sebagai tahapan untuk menguatkan pemahaman calon anggota PWI dalam menjalani profesi kewartawanan sekaligus bagian dari proses rekrutmen menjadi anggota PWI,” kata Munir.
Ia mengapresiasi konsistensi PWI Kalbar dalam menyelenggarakan OKK sebagai upaya membangun ekosistem pers yang sehat dan profesional di daerah. Ke depan, Munir berharap anggota PWI mampu menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberikan edukasi dan pemberdayaan kepada masyarakat.
“Produksi karya-karya jurnalistik dari anggota PWI harus mampu berkontribusi sebagai sarana edukasi, pemberdayaan masyarakat, sekaligus membantu pemerintah dalam menyebarluaskan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat Kalimantan Barat,” ujarnya.
Melalui OKK Angkatan V Tahun 2026 ini, PWI Kalbar berharap lahir wartawan-wartawan yang memahami etika profesi, memiliki kompetensi yang memadai, serta siap menghadapi tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi digital. (Ndi)
