-->

Dari Desa Untuk Langit Biru Bebas Asap, Kemenhut Perkuat Kapasitas Masyarakat melalui Pelatihan Fire Crew 1 di Ketapang

Editor: Agustiandi author photo

Peserta mengikuti Pelatihan Pengendalian Kebakaran Hutan bagi Manggala Agni 1 (Fire Crew 1) Tahun 2026 yang digelar Kementerian Kehutanan di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Senin (20/7/2026). Pelatihan ini membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan teknis pengendalian karhutla sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. (ist)

Ketapang (Suara Ketapang) - Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan bersama dengan Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan Wilayah III menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengendalian Kebakaran Hutan bagi Manggala Agni 1 (Fire Crew 1) Tahun 2026 sebagai salah satu upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya menjelang puncak musim kemarau. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya, Senin 20 Juli 2026, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan diwakili oleh Kepala Seksi Wilayah II Pontianak, Sahat Irawan Manik, menyampaikan apresiasi kepada Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan Wilayah III atas dukungan dan kolaborasi yang telah diberikan sehingga pelatihan dapat terlaksana dengan baik. 

“Pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang notabene sebagai garda terdepan dalam pengendalian karhutla di tingkat tapak, serta melatih kesiapan menghadapi berbagai tantangan dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan” ungkapnya. 

Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Sungai Awan Kiri, Sapwan Noor, beserta jajaran atas dukungan dan komitmennya dalam memfasilitasi pelaksanaan kegiatan ini, baik melalui penyediaan sarana dan prasarana pelatihan maupun partisipasi peserta, sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik. 

Menurutnya, dukungan dan antusiasme yang ditunjukan oleh pemerintah desa serta masyarakat setempat menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan pelatihan.

Kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat dan para pihak terkait diharapkan dapat terus diperkuat dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Ketapang.  

Dalam pelatihan yang akan diselenggarakan selama tujuh hari mulai dari tanggal 20 Juli hingga 26 Juli 2026, peserta dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan teknis pengendalian karhutla, mulai dari teknik pemadaman, penggunaan peralatan, penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), hingga aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Selain itu, pelatihan juga bertujuan membangun kesadaran dan kesiapan MPA sebagai garda terdepan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Balai, Peserta, instruktur, dan jajaran penyelenggara berfoto bersama usai pembukaan Pelatihan Pengendalian Kebakaran Hutan bagi Manggala Agni 1 (Fire Crew 1) Tahun 2026 di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Senin (20/7/2026). (ist) 
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya serta mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

"Kompetensi yang kuat serta kesiapsiagaan personel dan Masyarakat Peduli Api merupakan modal utama dalam mencegah dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan. Dengan sumber daya manusia yang andal, kita dapat menjaga kelestarian hutan dan lahan sekaligus melindungi masyarakat dari dampak kebakaran hutan dan lahan,"tutupnya.

Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam pengendalian karhutla, Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan akan terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan sinergi antar instansi, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. 

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra strategis, dan masyarakat, diharapkan upaya pengendalian karhutla di Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Ketapang, semakin efektif sehingga mampu mewujudkan wilayah yang lebih siap menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. (Ad) 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play