-->

Karhutla Belum Ganggu Penerbangan, Bandara Rahadi Oesman Ketapang Beroperasi Normal

Editor: Agustiandi author photo

Sebuah helikopter terparkir di apron Bandara Rahadi Oesman Ketapang dengan latar cuaca cerah, Minggu (26/7/2026). Hingga sore hari, operasional penerbangan di bandara tersebut masih berlangsung normal meski Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di Kalimantan Barat.
Ketapang (Suara Ketapang) - Aktivitas penerbangan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang hingga Minggu (26/7/2026) sore masih berlangsung normal meski Kabupaten Ketapang tercatat sebagai daerah dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di Kalimantan Barat.

Berdasarkan pantauan di Bandara Rahadi Oesman sekitar pukul 16.00 WIB, kondisi cuaca terpantau cerah dengan jarak pandang yang masih baik. Tidak terlihat kabut asap yang berpotensi mengganggu operasional penerbangan.

Kepala Seksi Pelayanan dan Kerja Sama Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Donny Suryana Harris, memastikan hingga saat ini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum memberikan dampak terhadap aktivitas penerbangan.

"Operasional penerbangan masih berjalan normal. Belum ada dampak yang diakibatkan karhutla. Jarak pandang masih normal dan tidak ada penundaan maupun pembatalan penerbangan akibat kabut asap," kata Donny saat dikonfirmasi, Minggu (26/7/2026).

Meski kondisi masih aman, pihak bandara tetap meningkatkan kewaspadaan dengan terus berkoordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang dan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla.

Menurut Donny, koordinasi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran di lokasi yang berpotensi menimbulkan kabut asap hingga memengaruhi keselamatan penerbangan.

"Kami terus berkoordinasi dengan Pemda dan Satgas Karhutla agar titik-titik rawan kebakaran yang berpotensi mengurangi jarak pandang di sekitar Bandara Rahadi Oesman mendapat perhatian khusus dan dilakukan mitigasi sejak dini, sehingga tidak berkembang menjadi karhutla yang berdampak pada operasional penerbangan," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 216 titik panas di Kabupaten Ketapang berdasarkan hasil pemantauan satelit pada 25 Juli 2026.

Dari jumlah tersebut, 208 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, tujuh titik dengan tingkat kepercayaan rendah, dan satu titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Data tersebut menempatkan Kabupaten Ketapang sebagai wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak di Kalimantan Barat pada periode pemantauan tersebut.

Meski demikian, hingga Minggu sore kondisi cuaca di sekitar Bandara Rahadi Oesman masih kondusif. Jarak pandang tetap berada dalam batas aman sehingga seluruh jadwal penerbangan berjalan normal tanpa gangguan akibat kabut asap. (Ndi). 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play