-->

Nuansa Kemerdekaan Kian Terasa, Pedagang Bendera Musiman Mulai Buka Lapak di Ketapang

Editor: Agustiandi author photo

Dadang Suherman, pedagang musiman asal Garut, Jawa Barat, saat ditemui wartawan di depan Lapangan Sisingamangaraja, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Senin (27/7/2026). Menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia, pedagang atribut kemerdekaan mulai bermunculan dan optimistis penjualan akan meningkat memasuki awal Agustus. (ist) 
Ketapang (Suara Ketapang) - Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, nuansa kemerdekaan mulai terasa di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Sejumlah pedagang musiman mulai membuka lapak penjualan bendera Merah Putih, umbul-umbul, hingga berbagai atribut perayaan kemerdekaan di sejumlah ruas jalan utama.

Salah seorang pedagang, Dadang Suherman, perantau asal Garut, Jawa Barat, mengaku telah mulai berjualan sejak 18 Juli 2026. Ia membuka lapak di depan Lapangan Sisingamangaraja, Kecamatan Delta Pawan, dan berencana berjualan hingga 16 Agustus 2026.

"Saya mulai berjualan sejak 18 Juli dan rencananya sampai 16 Agustus nanti," kata Dadang saat ditemui wartawan, Senin (27/7/2026).

Beragam perlengkapan peringatan HUT RI tersedia di lapaknya, mulai dari bendera Merah Putih berbagai ukuran, umbul-umbul, bandir, latar bergambar Garuda, hingga aksesori untuk kendaraan. 

Menurut Dadang, berjualan atribut kemerdekaan menjadi usaha musiman yang selalu dinantikan setiap tahun. Meski hasil penjualan tidak selalu sama, momentum menjelang Hari Kemerdekaan tetap menjadi peluang untuk memperoleh penghasilan.

"Tahun ini rata-rata keuntungan sekitar Rp200 ribu per hari. Tapi kemarin saya sempat mendapat keuntungan sampai Rp1,6 juta dalam sehari," ujarnya.

Harga yang ditawarkan pun bervariasi dan masih tergolong terjangkau. Bendera Merah Putih dijual mulai Rp20 ribu hingga Rp45 ribu. Sementara umbul-umbul dan bandir dibanderol Rp25 ribu hingga Rp40 ribu, bergantung pada ukuran dan bahan.

Adapun latar bergambar Garuda dijual dengan harga berkisar Rp150 ribu hingga Rp300 ribu per lembar. Dadang juga memberikan potongan harga bagi pembeli yang membeli lebih dari lima lembar.

"Harga masih bisa dinegosiasikan, terutama kalau pembelian lebih dari lima lembar," katanya.

Setiap hari, Dadang membuka lapaknya mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Meski jumlah pembeli saat ini belum terlalu ramai, ia optimistis permintaan akan meningkat memasuki awal Agustus seiring semakin dekatnya peringatan HUT RI.

"Yang paling banyak dicari warga Ketapang sejauh ini masih umbul-umbul," ucapnya.

Selain dirinya, sejumlah pedagang musiman asal Garut juga membuka lapak di beberapa titik lain di Ketapang, di antaranya di Jalan Pawan I, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Letjen S. Parman, dan Jalan Gatot Subroto kawasan Payak Kumang.

Dadang berharap masyarakat dapat membeli atribut kemerdekaan sebagai bentuk partisipasi menyemarakkan HUT RI sekaligus membantu para pedagang musiman yang datang mencari rezeki di Ketapang.

"Semoga dagangan tahun ini cepat habis sehingga kami bisa segera pulang ke kampung halaman," harapanya. (Ndi) 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play