-->

BPBD Ketapang : Status Tanggap Darurat Bukan Dicabut, Tapi Berakhir

Editor: Agustiandi author photo

Kepala BPBD Kabupaten Ketapang Yunifar Purwantoro saat diwawancarai awak media, Kamis (8/10/2026). (Agustiandi/Suarakalbar.co.id) 
Ketapang (Suara Ketapang) – Status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang berakhir pada 1 Oktober 2026. Namun, penanganan karhutla belum sepenuhnya berhenti.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwanto, mengatakan pemerintah daerah masih melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di lapangan.

Hal itu dilakukan karena kondisi karhutla kembali memburuk setelah sempat membaik akibat hujan di sejumlah wilayah.

"Status tanggap darurat karhutla bukan dicabut tetapi sudah berakhir pada 1 Oktober kemarin, sekarang kita berproses status pascapemulihan, tapi ini akan kita evaluasi terus," kata Yunifar, Kamis (8/10/2026). 

Menurut Yunifar, kondisi sebelumnya sempat membaik karena guyuran hujan. Salah satu indikatornya adalah aktivitas sekolah yang mulai kembali berjalan setelah situasi kabut asap menurun.

"Ini selesai, dibuktikan dengan adek-adek mulai bersekolah minggu lalu, berarti kan situasinya sudah membaik, sebelumnya juga sempat turun hujan. Walaupun saat ini situasinya kembali memburuk," ujarnya.

Meski status tanggap darurat telah berakhir, BPBD masih menemukan titik api di sejumlah wilayah.

Tim BPBD yang ditempatkan di wilayah utara dan selatan Ketapang masih melakukan monitoring. Petugas juga masih melakukan pemadaman terhadap spot-spot api kecil.

"Sampai hari ini, tim kita yang berada di utara dan selatan masih melakukan monev, bahkan masih ada pemadaman spot-spot api kecil," ungkapnya.

BPBD juga melakukan penyisiran di wilayah yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah. Yunifar telah menugaskan tim untuk memantau kondisi karhutla di kawasan tersebut.

Hasil penyisiran akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. 

Yunifar mengatakan pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan kembali menggelar rapat teknis jika kondisi karhutla memburuk dalam satu hingga dua hari ke depan.

"Tapi, tidak menutup kemungkinan. Ini kita kan pascapemulihan, jika satu sampai dua hari ke depan situasi memburuk, mungkin Senin kita akan menggelar rapat teknis lagi," katanya.

Rapat tersebut akan melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya BMKG, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Kesehatan.

Data dari masing-masing instansi akan dikumpulkan dan dievaluasi untuk menentukan status serta langkah penanganan karhutla berikutnya.

"Kita akan rapat lagi, bagaimana membahas status ke depan, dalam rapat itu juga melibatkan pihak-pihak terkait. Seperti BMKG, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, kita akan mengumpulkan data untuk memutuskan status," jelas Yunifar.

Yunifar menegaskan berakhirnya status tanggap darurat bukan berarti pemerintah daerah menghentikan pemantauan karhutla.

"Bahkan saya sudah menugaskan tim untuk menyisir wilayah yang paling berbatasan dengan selatan, perbatasan dengan Kalteng itu saya suruh sisir. Bagaimana kondisi di sana, inilah yang akan menjadi bahan referensi kita dalam rapat teknis nanti," pungkasnya. (Ndi) 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play