Pasar Hewan Qurban di Ketapang Lesu

Editor: Redaksi author photo

Hewan Kurban
Ketapang (Suara Ketapang) – Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, penjualan hewan kurban jelang hari raya Idul Adha tahun ini dinilai cukup lesu.

Hal tersebut diakui Suparman (43), pedagang hewan kurban di Desa Pesaguan Kiri Kecamatan Matan Hilir Selatan. Ia mengeluhkan kurangnya pembeli. Ia mengaku satu pekan jelang Idul Adha dirinya baru mampu menjual satu ekor sapi. Padahal ditahun-tahun sebelumnya dirinya bisa menjual empat sampai lima ekor sapi.

“Sepi sekali tahun ini, saya rasa karena dampak Covid-19, ekonomi masyarakat pun kabarnya banyak yang menurun.  Biasanya seperti tahun sebelum-sebelumnya sudah bisa menjual empat sampai lima ekor sapi, tapi sampai hari ini baru dapat jual satu ekor" ujar Suparman, Kamis (23/07/2020).

Menurut  Suparman, terjadi kenaikan harga sapi perekornya ditahun ini. Pada tahun 2019 ia menjual satu ekor sapi yang berukuran  kecil seharga  Rp 9 juta - Rp 10 juta. Semantara tahun ini melonjak hinga  mencapai Rp 11 juta - 12 juta per ekor.

Baca Juga : Bupati Ketapang dan Danrem 121/ABW Tinjau TMMD Desa Beringin Rayo

“Kalau sapi besar, tahun lalu Rp15 juta sampai Rp16 juta, tahun ini sekitar Rp17 juta - Rp18 juta per ekornya. Alhamdulillah terjadi kenaikan harga, tapi malah sepi pembeli," sebutnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Masjid Al-IKHLAS Ketapang Yusman mengakui, pada Idul Adha tahun ini terjadi penurunan jumlah hewan kurban yang cukup signifikan. Biasanya mesjid tersebut minimal menerima 14 ekor sapi setiap tahunnya.  Namun  satu pekan jelang Idul Adha pihaknya baru menerima empat ekor sapi .

"Nah ini memang sangat mengejutkan. Sepekan menjelang Idul Adha kita baru ada empat ekor sapi biasanya sudah belasan. Tapi kita lihat dulu besok besok mungkin ada penambahan," kata Yusman.

Yusman mengaku hal ini terjadi akibat beberapa faktor seperti sempat ditutupnya Masjid Al-Ikhlas pada Ramadan kemarin akibat pandemi Covid-19 dan penurunan ekonomi masyarakat.

"Saya rasa akibat covid ini lah. Ekonomi masyarakat terdampak jadi untuk membeli hewan kurban juga sulit," ujarnya.

Baca Juga : Pemda Ketapang Apresiasi Inisiasi Pendirian Posko Pencegahan Karhutlabun dari Kejari Ketapang

Untuk itu Yusman mengaku, jika memang tidak terjadi penambahan hewan kurban sampai pada pelaksanaan Idul Adha, pihaknya berencana hanya membagikan hewan kurban tersebut ke warga sekitar masjid yang membutuhkan.

"Terpaksa kita bagikan hanya untuk warga sekitar yang tidak mampu. kalau biasanya kita bagikan di beberapa Kecamatan," pungkasnya. (Ndi)


Share:
Komentar

Berita Terkini