![]() |
| Plat besi roboh yang menimpa korban hingga meninggal dunia di Area industri Ketapang Bangun Sarana PT BAP Ketapang, Minggu (5/10/2025). (ist) |
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, korban diketahui bernama Wang Abao (56) teknisi pengelasan di perusahaan tersebut. Ia tewas setelah tertimpa besi tangki yang roboh di lokasi kerja.
Menurut keterangan saksi yang enggan disebut namanya, insiden bermula ketika korban sedang mengerjakan pengelasan tangki kalsinasi.
Saat hujan deras mengguyur area proyek, korban bersama sejumlah pekerja lain mencari tempat berteduh. Diduga karena terburu-buru, korban berteduh di bawah tangki yang masih dalam proses pengerjaan. Tak lama kemudian, besi tangki itu ambruk dan menimpa korban.
Korban sempat dilarikan ke RSUD dr Agoesdjam Ketapang untuk mendapat pertolongan medis, namun nyawanya tak tertolong.
Sementara itu, Humas PT Ketapang Bangun Sarana (KBS) selaku pengelola kawasan industri, Budi Mateus, membenarkan terjadinya kecelakaan tersebut.
“Ya, benar itu kecelakaan kerja. Kami dari pihak perusahaan turut berbelasungkawa atas kejadian ini,” ujar Budi saat dikonfirmasi wartawan.
Menurutnya, peristiwa itu merupakan musibah, bukan akibat kelalaian dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Ia menjelaskan, saat kejadian sedang turun hujan deras yang menyebabkan sebagian bangunan tidak mampu menahan beban air hingga akhirnya roboh dan menimpa korban.
“Jadi bukan karena lalai menerapkan K3. Lihat saja video yang beredar, semua pekerja menggunakan alat pelindung kerja. Tapi, biar pakai helm atau sepatu sekalipun, kalau tertimpa benda besar begitu, tetap saja tidak tertolong,” jelasnya.
Budi menambahkan, perusahaan telah memulangkan jenazah korban ke negara asalnya dan menanggung seluruh biaya pemulangan serta hak-hak pekerja.
“Bayangkan, biaya pemulangan sangat besar, ditambah gajinya yang harus dibayarkan berkali-kali lipat kepada keluarganya. Tidak mungkin perusahaan menginginkan hal seperti ini terjadi,” ucapnya.
Ia pun berharap masyarakat tidak tergesa-gesa menyimpulkan penyebab kecelakaan dan tetap bijak menilai peristiwa tersebut.
“Kita juga sudah melakukan evaluasi dan monitoring terhadap penerapan K3 serta kondisi bangunan di area kerja. Harapannya, kejadian serupa tidak terulang lagi,” kata Budi. (Ndi)
