Puluhan tikus tersebut ditangkap untuk kemudian dilakukan pembedahan dan pengambilan organ hati sebagai bahan pemeriksaan laboratorium.
Sampel hati tikus itu selanjutnya dikirim ke laboratorium di Salatiga, Jawa Tengah, guna mengetahui ada atau tidaknya paparan Hanta Virus pada hewan pengerat tersebut.
"Saat ini proses pengiriman sampel masih berlangsung dan hasil pemeriksaan laboratorium masih menunggu analisis lebih lanjut," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang dr. Feria Kowira, Selasa (12/5/2026).
Langkah tersebut, lanjut Feria, dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan penyebaran Hanta Virus di Kabupaten Ketapang, menyusul ditemukannya kasus pertama beberapa waktu lalu.
Menurut Feria, pemeriksaan sampel tikus ini dilakukan untuk memastikan apakah ada paparan Hanta Virus pada hewan pengerat di Kabupaten Ketapang.
Langkah ini penting sebagai upaya deteksi dini sekaligus pencegahan agar penyebaran virus dapat diantisipasi lebih cepat,” pungkasnya. (Ndi)
